Gorontalo – Polda Gorontalo mengamankan 11 orang terkait aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh pada Senin (1/9/2025). Hingga Selasa (2/9/2025), kesebelas orang tersebut masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda.
Hal ini ditegaskan oleh Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Desmont Harjendro AP saat dikonfirmasi, Selasa (2/9/2025). “Betul, ada 11 orang yang kami amankan saat aksi unjuk rasa kemarin. Saat ini masih kami mintai keterangan terkait peran mereka masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, hingga kini peran dari ke-11 orang tersebut masih didalami penyidik. Polisi akan menelusuri sejauh mana keterlibatan mereka dalam kericuhan yang terjadi.
Kericuhan dalam aksi tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan. Di antaranya pos lalu lintas dan water barrier yang dibakar massa. Selain itu, ada juga anggota kepolisian yang menjadi korban pemukulan.
“Yang kami dalami saat ini adalah soal pengrusakan dan adanya korban dari personel. Dua anggota kami mengalami luka. Bukti-buktinya sedang kami kumpulkan untuk memastikan keterlibatan para demonstran,” tambah Desmont.
Pihak kepolisian juga membantah kabar bahwa ada 14 orang yang ditahan. Desmont menegaskan jumlah demonstran yang diamankan hanya 11 orang. “Yang jelas jumlahnya 11 orang, bukan 14. Itu informasi dari mana, kami tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Terkait isu adanya tindakan kekerasan oleh aparat yang beredar melalui video di media sosial, Desmont menyebut hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk. “Masalah dugaan kekerasan, kita masih menunggu laporan. Untuk sementara, 11 orang yang ditahan dalam kondisi sehat,” jelasnya.
Polisi juga belum melakukan pemeriksaan urin terhadap 11 orang tersebut. Fokus penyidik saat ini adalah mendalami kasus dugaan pengrusakan dan pemukulan. “Untuk kedepannya kita menyesuaikan situasi pemeriksaan. Sekarang kita fokus pada dugaan pengrusakan,” katanya.
Sementara itu, rencana aksi lanjutan mahasiswa yang menuntut pembebasan rekan mereka juga sudah diterima polisi. “Kalau memang ada aksi, kita terima dan kita akan mediasi. Seperti apa hasilnya nanti, kita lihat setelah mereka datang,” pungkas Desmont. (Hadi)




















