Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo terus memperluas jejaring kerjasama antarperguruan tinggi di Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Politeknik Sandi Karsa Makassar, Selasa (2/9/2025), bertempat di Business Center Hotel MYKO, Makassar.
Dalam kegiatan tersebut, UBM Gorontalo diwakili oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Ir. Azis Rachman, ST, MM. Sementara itu, Politeknik Sandi Karsa diwakili oleh Direktur Dr. Ns. H. Trimaya Cahya Mulya, M.Kes, MM, didampingi Wakil Direktur Sainal Edi Kamal, S.Si, M.Kes., Apt.
Kerjasama ini difokuskan pada penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan sebagai respon atas kebutuhan tenaga kesehatan yang berkualitas dan berdaya saing. Kedua perguruan tinggi yang berada di bawah koordinasi LLDIKTI Wilayah IX dan LLDIKTI Wilayah XVI ini sepakat menjalin sinergi dalam bidang akademik, penelitian, hingga pengembangan kelembagaan.
Beberapa poin kesepakatan dalam MoU dan MoA meliputi:
1. Penguatan mutu pendidikan tinggi di bidang kesehatan;
2. Pertukaran dosen dan mahasiswa untuk memperkaya pengalaman akademik;
3. Penyelenggaraan riset kolaboratif dan seminar bersama;
4. Program pengabdian masyarakat di bidang kesehatan;
5. Pengembangan kelembagaan dan peningkatan daya saing perguruan tinggi.
Ketua YBMG, Dr. Ir. Azis Rachman, ST, MM, menegaskan bahwa kerjasama ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas SDM unggul.
“Implementasi MoU dan MoA ini diharapkan tidak hanya sebatas dokumen formal, tetapi benar-benar diwujudkan melalui program nyata yang berdampak langsung. Fokusnya pada pengembangan kapasitas SDM, penguatan kelembagaan, serta kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.
Direktur Politeknik Sandi Karsa Makassar, Dr. Ns. H. Trimaya Cahya Mulya, M.Kes, MM, juga menyambut baik kerjasama ini. Menurutnya, sinergi dengan UBM Gorontalo akan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas sekaligus memperkaya pengalaman akademik bagi dosen maupun mahasiswa.
Sebagai langkah strategis ke depan, kedua perguruan tinggi berkomitmen menindaklanjuti kerjasama ini melalui program-program konkrit. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan tenaga kesehatan profesional yang tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional.(*)




















