Gorontalo – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo menggelar kuliah umum tahun akademik 2025/2026 dengan tema “Merajut Kebudayaan, Demokrasi, dan Kebangsaan: Tantangan Pendidikan dan Peran Mahasiswa Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (6/9/2025) di Kampus UNBITA Gorontalo dan menghadirkan Ketua Dewan Adat Gorontalo, Alim S. Niode, sebagai narasumber utama.
Kuliah umum tersebut dihadiri oleh jajaran yayasan, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi. Selain menjadi penanda dimulainya perkuliahan semester baru, acara berlangsung dengan khidmat dan penuh makna.
Rektor UNBITA Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecakapan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan etika.
“Mahasiswa bukan hanya dituntut mampu berbicara dan berorasi, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan perilaku yang baik. Itu bagian penting dari proses kebudayaan yang harus dijunjung tinggi di lembaga pendidikan,” ungkap Rektor.
Sementara itu, Alim S. Niode menegaskan bahwa kebudayaan adalah hasil olah pikir manusia yang menjadi fondasi demokrasi dan kebangsaan. Ia mengingatkan mahasiswa agar aktif menjaga nilai kebangsaan tanpa terjebak pada paham radikal yang dapat merusak tatanan sosial.
“Peran mahasiswa sangat penting bagi daerah dan bangsa ini. Namun, jalurnya harus jelas, sesuai dengan nilai-nilai kebudayaan dan aturan pendidikan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ellys juga menyinggung tantangan besar dunia pendidikan di era globalisasi. Menurutnya, merajut kebudayaan, demokrasi, dan kebangsaan bukanlah hal mudah, melainkan proses panjang yang membutuhkan komitmen, kesadaran, dan kebersamaan seluruh elemen bangsa.
Ia menambahkan, meski dunia semakin keras dan situasi sosial politik kerap tidak mendukung, pendidikan harus tetap berada pada jalur yang tepat. Karena itu, mahasiswa diharapkan memiliki ketahanan moral dan daya kritis yang kuat, agar mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.
Kuliah umum ini ditutup dengan doa dan harapan agar UNBITA Gorontalo terus melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, berbudaya, dan berkomitmen pada cita-cita Indonesia Emas 2045.




















