GORONTALO – Provinsi Gorontalo mencatat capaian menggembirakan dalam kinerja perdagangan luar negeri sepanjang Januari hingga Juli 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan barang Gorontalo mengalami surplus sebesar US$48,18 juta. Angka ini melesat jauh dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya surplus US$9,27 juta.
Surplus tersebut terjadi karena nilai ekspor Gorontalo mencapai US$48,88 juta, sementara impor hanya tercatat sebesar US$0,7 juta. Menariknya, aktivitas impor hanya terjadi sekali pada bulan Januari, sedangkan enam bulan berikutnya Gorontalo murni mencatat aktivitas ekspor.
Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo Dwi Alwi Astuti, mengatakan lonjakan ekspor menjadi faktor utama yang mendorong surplus perdagangan. “Selama Januari hingga Juli 2025, kinerja ekspor Gorontalo naik hingga 106,80 persen dibanding periode yang sama tahun 2024. Ini menunjukkan daya saing produk kita di pasar global semakin kuat,” ujarnya.
Dua kelompok komoditas utama menjadi penopang terbesar peningkatan ekspor tersebut. Pertama, Barang dari Kayu (HS 44) yang memberikan kontribusi sebesar 47,35 persen. Kedua, Buah dan Biji/Kacang yang Dapat Dimakan (HS 08) dengan kontribusi mencapai 44,14 persen dari total ekspor Gorontalo.
Lebih lanjut,Dwi Alwi Astuti menambahkan bahwa Jepang, Jerman, dan Korea Selatan merupakan tiga negara tujuan utama ekspor Gorontalo. “Ketiga negara ini menyerap hampir 70 persen ekspor kita. Artinya, produk unggulan Gorontalo sudah mendapatkan kepercayaan tinggi di pasar internasional,” jelasnya.
Menurut BPS, dominasi ekspor berbasis sumber daya alam yang bernilai tambah tinggi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Produk berbasis kayu dan hasil perkebunan terbukti mampu menembus pasar global dengan daya saing yang semakin baik.
Dengan capaian ini, Gorontalo semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu daerah yang berkontribusi besar dalam perdagangan internasional. Ke depan, penguatan hilirisasi produk dan diversifikasi pasar ekspor diharapkan mampu memperkokoh kinerja perdagangan luar negeri provinsi ini.




















