UBM Gorontalo Sukses Gelar Seminar Internasional IICSDGS ke-8 Tahun 2025

Ketua Yayasan, Rektor Dan Civitas Akademika UBM Gorontalo
Ketua Yayasan, Rektor Dan Civitas Akademika UBM Gorontalo

Otanaha.id -

Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo sukses menyelenggarakan The 8th International Interdisciplinary Conference on Sustainable Development Goals (IICSDGS) 2025, Sabtu (6/9/2025). Konferensi internasional ini mengangkat tema “Quality Education for a Sustainable Future: Realizing SDGs 4 Through Innovation and Inclusion”.

‎Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, MH, bersama Rektor UBM Gorontalo, Dr. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes. Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan sejak 2017 dan kini memasuki tahun ke-8 penyelenggaraan.

‎Ketua Panitia, Siti Nurtina, M.HI, menjelaskan bahwa kegiatan ini dihadiri lebih dari 350 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, masyarakat, serta tamu undangan yang memadati Ballroom Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo.

‎Seminar ini bertujuan menjadi forum ilmiah untuk membahas tantangan dan solusi mewujudkan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan; mendorong inovasi dalam metode serta kebijakan pendidikan; sekaligus membangun jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan dan penelitian.

‎Pelaksanaan kegiatan ini dipersiapkan sejak Juni 2025 oleh panitia bersama Kantor Urusan Internasional (KUI) UBM Gorontalo yang dipimpin Dr. Ayu Anastasya Rachman, MA. Persiapan meliputi pemilihan pembicara, seleksi makalah, materi promosi, kolaborasi, hingga pengelolaan sponsorship dengan dukungan sejumlah mitra, seperti BRI, Bank Muamalat, Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Jasaraharja Putera, Prodia, Telkomsel, Amaris Hotel, Indogrosir, dan Vidya Amaliah.

‎“Diperlukan peran aktif dosen dan sivitas akademika, ditambah dukungan penuh dari Ibu Rektor yang berpengalaman dalam kegiatan internasional, sehingga persiapan hingga H-1 berjalan lancar,” jelas Siti Nurtina.

‎Kegiatan ini juga dihadiri delegasi dari Filipina yang memberikan apresiasi tinggi atas keramahan sivitas akademika UBM Gorontalo dan sambutan hangat masyarakat. Antusiasme peserta terlihat hingga sesi diskusi terakhir, meski waktu terbatas membatasi jumlah penanya.

‎“Kesuksesan ini lahir dari perencanaan matang, tim yang kompeten, komunikasi efektif, riset mendalam, dan kemampuan mengatasi hambatan teknis. Kunci utamanya adalah komunikasi yang solid sehingga UBM Gorontalo semakin unggul, profesional, dan mengglobal,” tutup Siti Nurtina. (*)