KOTA GORONTALO – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo melakukan penyegaran kurikulum melalui workshop akademik yang digelar secara berkala. Agenda ini menjadi forum strategis untuk menyesuaikan rancangan pembelajaran dengan standar nasional serta kebutuhan global yang terus berkembang.
Workshop kurikulum tersebut diselenggarakan setiap empat tahun sekali untuk program sarjana dan dua tahun sekali untuk program magister. Seluruh civitas akademika UNBITA turut hadir memberikan masukan, dengan fokus utama penerapan Outcome Based Education (OBE) agar capaian pembelajaran lulusan lebih terukur dan relevan.
Wakil Rektor I Bidang Akademik UNBITA, Yahya Antu, menegaskan bahwa kurikulum merupakan fondasi utama pendidikan tinggi. Menurutnya, setiap mata kuliah tidak hanya ditentukan dari sisi substansi, tetapi juga metode pembelajaran yang harus mampu membekali mahasiswa dengan keterampilan abad 21.

“Kami ingin memastikan setiap program studi menyelaraskan diri dengan capaian pembelajaran. Mata kuliahnya mungkin sama, tetapi pendekatan dan model pembelajarannya harus berbeda serta sesuai tantangan zaman,” jelas Yahya.
Ia menambahkan, kurikulum UNBITA tidak hanya merujuk pada standar nasional pendidikan tinggi, tetapi juga mengintegrasikan kebutuhan daerah Gorontalo. Dengan demikian, lulusan diharapkan tidak hanya adaptif pada pasar kerja global, tetapi juga berkontribusi langsung bagi pembangunan daerah.
Selain itu, workshop ini juga menjadi ruang refleksi bagi dosen untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin. Pendekatan interdisipliner dinilai penting untuk membentuk lulusan yang mampu berpikir kritis, kreatif, dan solutif terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Harapan kami, kurikulum ini tidak berhenti sebagai dokumen administratif, melainkan benar-benar menjadi panduan operasional yang diterapkan secara konsisten. Dengan begitu, UNBITA dapat mencetak lulusan yang kompetitif sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Yahya. (Hadi)




















