‎UBM Gorontalo Gelar Kuliah Umum Hadirkan Prof. Basri Modding, Bahas Strategi Menuju SMART University

‎UBM Gorontalo Gelar Kuliah Umum Hadirkan Prof. Basri Modding (Foto: Hms)
‎UBM Gorontalo Gelar Kuliah Umum Hadirkan Prof. Basri Modding (Foto: Hms)

Otanaha.id -

GORONTALO – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menggelar Kuliah Umum bertajuk “Strategi UBM dalam Mempersiapkan SDM Berkarakter Menuju SMART University”, Sabtu (13/9/2025) di Aztin Convention Center. Kuliah umum ini menghadirkan Guru Besar dari Makassar, Prof. Dr. Basri Modding, M.Si, yang juga dikenal sebagai mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sekaligus Ketua APTISI Sulawesi Selatan.

‎Kegiatan tersebut dibuka oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Azis Rachman, MM, dan turut dihadiri oleh Rektor UBM Gorontalo, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si, jajaran wakil rektor, dekan, ketua program studi, dosen, serta perwakilan mahasiswa.

‎Dalam sambutannya, Rektor UBM Gorontalo, Dr. Titin Dunggio, menyampaikan bahwa kehadiran Prof. Basri merupakan kesempatan berharga bagi sivitas akademika UBM untuk mendapatkan wawasan dan masukan strategis dalam pengelolaan kampus. “Harapannya, materi yang disampaikan Prof. Basri dapat menjadi bekal berharga untuk menumbuhkan komitmen bersama dalam mengembangkan UBM menuju visi Unggul, Profesional, dan Mengglobal,” ungkapnya.

‎Prof. Basri sendiri dikenal sukses membawa UMI Makassar menjadi salah satu perguruan tinggi swasta unggul di kawasan timur Indonesia dengan berbagai prestasi akademik maupun non-akademik di tingkat nasional dan internasional. Kehadirannya pun diharapkan bisa memantik semangat sivitas akademika UBM dalam meningkatkan kualitas akademik, penelitian, pengabdian, budaya akademik, kewirausahaan, hingga internasionalisasi kampus.

‎Sementara itu, Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman, menegaskan bahwa UBM konsisten melakukan transformasi digitalisasi dan peningkatan mutu akademik. Menurutnya, pengalaman Prof. Basri yang sukses memimpin UMI Makassar dapat menjadi inspirasi sekaligus bekal untuk pengembangan institusi UBM ke depan.

‎“UBM terus beradaptasi melalui peningkatan kualitas layanan, sarana prasarana, dan penguatan SDM. Berbagai program strategis juga dijalankan, mulai dari pengembangan kurikulum inovatif, penguatan riset dan inovasi berbasis kolaborasi, peningkatan kualitas pengabdian masyarakat, hingga penerapan sistem tata kelola dan akreditasi modern,” jelasnya.

‎Kegiatan kuliah umum ini berlangsung selama sekitar 150 menit. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan baik oleh mahasiswa S1, mahasiswa pascasarjana, dosen, maupun pimpinan universitas pada sesi diskusi bersama Prof. Basri. (*)