Gorontalo – Keluarga almarhum MJ bersama Koalisi Anti Kekerasan yang terdiri dari 27 organisasi mahasiswa dan sipil menggelar konferensi pers terkait kematian mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) usai mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) Mapala Butaio Nusa, Fakultas Ilmu Sosial UNG.
Koalisi Anti Kekerasan akan menggelar konferensi pers bersama keluarga almarhum Muhammad Jeksen, Bertempat Asrama Muna Gorontalo, Rabu, 2 /9/2025
Kuasa hukum keluarga korban, Ali Rajap, menegaskan ada sejumlah hal yang perlu diluruskan.
Pertama, saat kegiatan diksar dimulai, MJ dalam kondisi sehat tanpa gejala atau pembengkakan pada tubuh. Namun, ketika korban mulai sakit, mengeluh sulit bernapas, dan pipi kirinya membengkak, panitia tidak segera membawanya ke rumah sakit.
Kedua, keluarga korban membantah pemberitaan yang menyebut mereka tidak keberatan atas kematian MJ dan tidak akan melanjutkan laporan ke polisi. Menurut keluarga, informasi itu menyesatkan dan melukai perasaan mereka.
Ketiga, keluarga korban bersama Koalisi Anti Kekerasan menuntut agar kasus ini diusut tuntas, termasuk mengamankan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan diksar.
Dalam pernyataan sikapnya, mereka menyampaikan beberapa desakan:
Kapolres Bone Bolango menarik kembali ucapannya yang menyebut keluarga tidak keberatan dengan kematian MJ.
Kapolres meminta maaf secara terbuka kepada keluarga korban dan publik.
Kapolres mengusut tuntas kasus tanpa intervensi pihak luar.
Setiap tahapan penanganan kasus melibatkan keluarga korban dan Koalisi Anti Kekerasan.
Polda Gorontalo mengawasi kinerja Polres Bone Bolango dalam mengungkap fakta dan kebenaran.
Keluarga korban dan Koalisi Anti Kekerasan menegaskan komitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi MJ serta mencegah peristiwa serupa menimpa mahasiswa lain. (Abdi)




















