‎UNBITA Gandeng Pemdes dan Pengelola Bumdes, Bahas Strategi Ketahanan Pangan di Limboto Barat

UNBITA menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo
UNBITA menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo

Otanaha.id -

GORONTALO – Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo terus menunjukkan perannya dalam mendorong pembangunan ekonomi desa. Melalui program pascasarjana, UNBITA menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, yang membahas tata kelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk mendukung ketahanan pangan.

‎Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa, pengelola Bumdes, pelaku usaha lokal, hingga kalangan akademisi. Forum ini menjadi ruang diskusi bersama dalam merumuskan langkah konkret bagi penguatan peran Bumdes dalam menggerakkan perekonomian masyarakat desa.

‎Direktur Pascasarjana UNBITA, Lisda Van Gobel, menegaskan bahwa Bumdes memiliki posisi strategis dalam mendorong kemandirian desa. Namun, menurutnya, sebagian besar Bumdes masih menghadapi kendala di bidang manajemen, tata kelola, serta pemanfaatan teknologi.

‎“Melalui forum ini kita mencari strategi pengelolaan yang tepat agar Bumdes benar-benar berfungsi maksimal, tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi mampu memberi dampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Lisda.

‎Ia menambahkan, penguatan Bumdes harus dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Sinergi multipihak dianggap penting agar potensi desa, terutama di sektor pertanian dan usaha mikro, dapat dimaksimalkan.

‎Selain untuk memperkuat kelembagaan, FGD ini juga menjadi bentuk kontribusi akademik UNBITA dalam memberikan pemikiran yang aplikatif bagi masyarakat. UNBITA ingin memastikan hasil diskusi dapat dijadikan acuan dalam pengembangan model tata kelola Bumdes di Gorontalo.

‎Hasil rekomendasi dari FGD akan disusun sebagai masukan kebijakan yang bisa diadopsi oleh desa-desa di Limboto Barat maupun wilayah lain. Dengan demikian, peran Bumdes dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi desa diharapkan semakin nyata. (Hadi)