Gorontalo – Sebanyak 43 mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Administrasi Rumah Sakit (ARS), Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo mengikuti Coaching Praktek Belajar Lapangan (PBL) 2 pada Sabtu (27/9/2025) di Aula Kampus UBM Gorontalo.
Kegiatan dibuka oleh Plt Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Rizal, M.Si, didampingi Ketua Prodi S1 ARS, Yolanda Ngabito, M.Si, serta dosen Prodi S1 ARS. Narasumber utama adalah Wakil Direktur RS M.M Dunda Limboto, dr. Andi Kurniawati Naue, M.Kes.
Dalam sambutannya, Rizal menekankan pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap materi coaching sebagai bekal saat terjun ke rumah sakit. “Mahasiswa harus memahami seluruh pedoman yang disesuaikan dengan lokasi PBL, khususnya terkait disiplin dan etika kerja di rumah sakit,” ujarnya.
Coaching PBL 2 bertujuan meningkatkan wawasan keilmuan, keterampilan profesional, serta kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, terutama dalam pelayanan rumah sakit. Bagi perguruan tinggi, kegiatan ini juga bermanfaat sebagai sarana memperoleh masukan untuk pengembangan kurikulum dan kebijakan berbasis pengalaman mahasiswa di lapangan.
Ketua Prodi ARS, Yolanda Ngabito, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses pendampingan akademik. “Mahasiswa akan dibagi ke beberapa unit pelayanan seperti pendaftaran pasien, pengelolaan data, keuangan, SDM, serta promosi dan mutu pelayanan,” jelasnya.
Mahasiswa Semester VII ini dijadwalkan turun lapangan pada 30 September 2025 dengan penempatan di enam rumah sakit di Provinsi Gorontalo, yaitu: RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo, RSUD Toto Kabila Bone Bolango, RS M.M Dunda Limboto, RSUD dr. Hasri Ainun Habibie Limboto, RS Bhayangkara Gorontalo, dan RSUD Boliyohuto Kabupaten Gorontalo.
Dalam materinya, dr. Andi Kurniawati menjelaskan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan mahasiswa selama PBL, meliputi pelayanan administrasi pasien, manajemen keuangan, promosi dan pemasaran, manajemen SDM, hingga pengembangan mutu dan keselamatan pasien. Menurutnya, Coaching PBL 2 merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi tenaga profesional yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara nyata di rumah sakit. (*)




















