GORONTALO – Suasana peninjauan proyek pembangunan Kampung Nelayan di Jl. R. Atje Slamet, Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, berubah panas pada Senin (29/9/2025).
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dibuat geram setelah mendapati adanya oknum organisasi masyarakat (ormas) yang diduga menghalang-halangi jalannya pembangunan Proyek Nasional Kampung Nelayan.
Dalam kunjungannya, Adhan menilai tindakan oknum tersebut sangat tidak pantas. Pasalnya, proyek Kampung Nelayan bukan sekadar pembangunan biasa, melainkan bagian dari program nasional yang hanya diberikan kepada 65 daerah di Indonesia, termasuk Kota Gorontalo.
“Ini bukan proyek kecil. Ini program nasional. Dari 65 daerah se-Indonesia, Kota Gorontalo mendapat jatah satu. Jadi kalau ada yang menghalangi, itu sama saja menghambat kepentingan rakyat,” tegasnya di hadapan awak media.
Ketegangan pun sempat terjadi di lokasi. Adhan terlihat beradu argumen dengan salah seorang oknum ormas yang menolak keberlanjutan proyek. Perdebatan sengit tersebut berlangsung beberapa menit hingga membuat Wali Kota kehilangan kesabaran dan meluapkan kemarahannya.
Menurut informasi, kelompok yang mengaku sebagai Ormas Grip Jaya disebut-sebut menjadi pihak yang mencoba menghentikan aktivitas pembangunan. Hal ini membuat Wali Kota semakin gusar dan menilai perbuatan mereka mencederai kepentingan masyarakat luas.
Adhan menegaskan, proyek yang bersumber dari pemerintah pusat tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di kawasan pesisir. Oleh karena itu, ia menyesalkan adanya segelintir pihak yang justru bersikap kontra terhadap pembangunan.
“Mereka bukan membantu atau mengawasi kinerja pemerintah, malah menghalangi pekerjaan yang bermanfaat. Ini sungguh ironis,” ungkapnya.
Wali Kota pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Kota Gorontalo, untuk mengambil tindakan tegas. Menurutnya, negara tidak boleh kalah oleh aksi-aksi intimidasi dari kelompok tertentu yang hanya merugikan masyarakat.
Ia juga memastikan, pemerintah daerah tetap berkomitmen menyelesaikan proyek Kampung Nelayan sesuai target. Adhan menegaskan dirinya akan turun langsung melakukan pengawasan bersama aparat kepolisian demi kelancaran pekerjaan tersebut.
“Saya sudah sampaikan, nantinya Kapolres akan saya minta mengawasi langsung jalannya pembangunan. Tidak boleh ada satu pun yang menghambat proyek nasional ini,” pungkas Adhan dengan nada tinggi.




















