Penguatan Ekonomi Lokal Melalui Inovasi Teknologi Keuangan dan Pemasaran Digital pada UMKM Mekar Desa Daenaa‎

Program Pengabdian Kepada Masyarakat Bagi UMKM Mekar Desa Daenaa Kecamatan Limboto Barat (Foto: Hms)
Program Pengabdian Kepada Masyarakat Bagi UMKM Mekar Desa Daenaa Kecamatan Limboto Barat (Foto: Hms)

Otanaha.id -

‎Gorontalo – Kelompok UMKM Mekar Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat kabupaten Gorontalo yang bergerak di bidang produksi snack stick jagung mendapat pendampingan intensif dari tim dosen melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Lisda Van Gobel, MPA bersama anggota tim Didiet Haryadi Hakim, S.T., M.Si dan Fitria Akibun, SE., M.Si.

‎Program yang berlangsung sejak Juni hingga September 2025 ini dirancang untuk menjawab persoalan para pelaku usaha kecil yang selama ini belum mengoptimalkan hasil pertanian jagung di daerahnya. Padahal, Desa Daenaa Kecamatan Limboto Barat dikenal memiliki produksi jagung yang melimpah.

‎Tim pengabdian menjelaskan, terdapat 9 pelaku usaha lokal yang tergabung dalam kelompok UMKM Mekar. Melalui program ini, mereka mendapatkan dukungan dalam bentuk digitalisasi pemasaran dan pengelolaan keuangan. “Teknologi yang diterapkan membantu UMKM lebih mudah memasarkan produk, serta lebih akurat dan efisien dalam mengelola laporan keuangan,” jelas Dr. Lisda Van Gobel.



‎Metode pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan berbasis solusi, melalui lima tahapan utama, yaitu:

‎1. Persiapan dan Survei Lapangan – koordinasi internal tim dan survei ke lokasi mitra di Desa Daenaa.

‎2. Sosialisasi Program – penyampaian tujuan, manfaat, serta rencana kegiatan kepada UMKM.

‎3. Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas – materi digitalisasi pemasaran dan pengelolaan laporan keuangan.

‎4. Penerapan Teknologi Tepat Guna – praktik penggunaan aplikasi keuangan dan media digital untuk promosi produk.

‎5. Monitoring dan Evaluasi – pendampingan intensif, evaluasi oleh LPPM, serta memastikan keberlanjutan program.


‎Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para pelaku UMKM kini lebih memahami cara memanfaatkan teknologi untuk pencatatan keuangan dan promosi produk. Hal ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan UMKM Desa Daenaa secara berkelanjutan.

‎Program yang ditutup pada 12 September 2025 ini juga menekankan pentingnya keberlanjutan usaha melalui penguatan manajemen berbasis digital. “Kami ingin UMKM Mekar tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sehat dan kompetitif di era digital,” tambah Fitria Akibun.

‎Program pendampingan ini merupakan hasil kolaborasi pengabdian antara Universitas Bina Taruna (Unbita) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Keberlanjutan pendampingan juga mendapat dukungan melalui materi, supervisi, serta pengawasan dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gorontalo, serta Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Gorontalo.

‎Dengan adanya sinergi lintas lembaga, Desa Daenaa diharapkan menjadi contoh pengembangan ekonomi lokal berbasis pertanian yang memiliki nilai tambah melalui inovasi teknologi. (*)