GORONTALO — Komisi III DPRD Kota Gorontalo memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak kontraktor dalam rapat kerja yang digelar Selasa (7/10), untuk membahas persoalan lampu jalan yang tak berfungsi di kawasan Jalan Nani Wartabone.
Masalah penerangan di ruas utama kota itu mendapat sorotan publik karena berdampak pada kenyamanan dan keamanan warga, terutama pada malam hari.
Ketua Komisi III DPRD Kota Gorontalo, Ariston Tilameo, menegaskan bahwa hasil rapat tersebut akan ditindaklanjuti dengan melakukan konsultasi ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Langkah ini diambil untuk memastikan aspek teknis dan administratif proyek penerangan tersebut benar-benar jelas.
“Kami akan berkonsultasi dengan BPKP agar memperoleh kepastian mengenai sisi teknis dan administrasi proyek ini,” ujar Ariston.
Ia menambahkan, pihak kontraktor telah diminta untuk segera menyalakan kembali lampu jalan yang sempat dimatikan, sembari menunggu hasil koordinasi dengan lembaga pengawas terkait.
Menurut Ariston, penerangan jalan memiliki peranan vital dalam menunjang aktivitas warga serta pelaku UMKM di kawasan pusat Kota Gorontalo.
“Jalan Nani Wartabone adalah pusat aktivitas ekonomi. Karena itu, penerangan jalan harus berfungsi optimal demi kenyamanan dan keamanan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, kontraktor pelaksana Yoce Pateda mengapresiasi langkah DPRD yang memfasilitasi pertemuan tersebut. Ia menilai forum tersebut menjadi wadah positif untuk mencari solusi bersama atas persoalan yang ada.
Yoce menjelaskan, dari 48 titik lampu jalan yang ada di kawasan Nani Wartabone, pihaknya hanya bertanggung jawab atas 14 titik, sementara 34 titik lainnya tidak termasuk dalam kontrak pekerjaan.
“Kami hanya mengerjakan 14 titik lampu, sisanya tidak masuk dalam kontrak,” jelas Yoce.
Meski begitu, ia berkomitmen untuk menyalakan seluruh lampu jalan di kawasan tersebut sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah daerah dan hasil konsultasi dengan BPKP.
Langkah itu diharapkan dapat meredam keresahan masyarakat serta memastikan aktivitas ekonomi di jantung Kota Gorontalo tetap berjalan lancar dan aman.( Isra)



















