GORONTALO – Tidak sekadar menjalankan prosedur administratif, Universitas Bina Taruna (UNBITA) Gorontalo mengambil langkah lebih bermakna dalam pelaksanaan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pada Selasa (7/10/2025).
Tim survei UNBITA turun langsung ke rumah calon penerima beasiswa di berbagai wilayah Gorontalo untuk memastikan bantuan pendidikan ini benar-benar sampai kepada mahasiswa yang layak.
Kegiatan ini menjadi potret komitmen UNBITA dalam menjaga integritas dan keadilan sosial di dunia pendidikan tinggi. Suasana penuh empati terlihat ketika tim dosen dan tenaga kependidikan mendatangi rumah-rumah sederhana, menyapa keluarga, dan melihat secara langsung perjuangan mahasiswa menapaki jalan menuju cita-cita.
Rektor UNBITA Gorontalo, Dr. Ellys Rachman, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa survei ini merupakan wujud tanggung jawab moral universitas terhadap masyarakat.
“Kami tidak ingin bantuan KIP Kuliah hanya berhenti di atas kertas. Verifikasi lapangan menjadi cara kami memastikan transparansi dan keadilan, sekaligus menghadirkan wajah pendidikan yang humanis,” ujar Dr. Ellys.
Menurutnya, setiap kunjungan lapangan menghadirkan cerita tentang tekad dan harapan. Ia menyebut bahwa di balik data dan berkas administratif, selalu ada kisah perjuangan yang tak ternilai.
Sementara itu, Pengelola Program KIP Kuliah UNBITA, Masran Biahimo, S.AP., M.Si., menambahkan bahwa survei lapangan menjadi instrumen penting dalam menjaga akurasi data dan memahami konteks sosial ekonomi calon penerima secara lebih utuh.
“Kami ingin melihat kondisi mahasiswa secara langsung. Dari situ, kami bisa menilai tidak hanya dari aspek ekonomi, tetapi juga semangat dan komitmen mereka terhadap pendidikan,” ungkap Masran.
Dalam beberapa kunjungan, tim survei UNBITA menyaksikan secara nyata semangat luar biasa dari mahasiswa yang hidup dalam keterbatasan, namun memiliki cita-cita besar. Kisah-kisah ini menjadi inspirasi bagi kampus untuk terus memperjuangkan akses pendidikan yang setara.
Dr. Ellys menegaskan kembali bahwa KIP Kuliah bukan sekadar beasiswa, melainkan investasi masa depan bangsa.
“Kami percaya pendidikan adalah jembatan bagi perubahan. Tugas universitas memastikan jembatan itu kokoh dan dapat dilalui oleh semua anak muda, tanpa terkecuali,” tuturnya penuh keyakinan.
UNBITA sendiri telah menjadikan program KIP Kuliah sebagai bagian strategis dari misi sosial universitas. Melalui sistem verifikasi, pendampingan, dan pembinaan berkelanjutan, kampus ini berupaya memastikan setiap penerima tidak hanya menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga tumbuh menjadi insan yang mandiri dan berdaya.
Kegiatan survei yang digelar hari itu ditutup dengan refleksi sederhana di kampus. Catatan hasil kunjungan diserahkan untuk dianalisis lebih lanjut. Di balik angka dan laporan, tersimpan wajah-wajah penuh harapan — simbol perjuangan dan mimpi anak bangsa yang ingin menembus batas lewat pendidikan.
“Bagi kami, survei ini bukan akhir, tetapi awal dari proses pendampingan yang lebih dekat dengan mahasiswa. Pendidikan sejati dimulai ketika kampus mau mendengar dan hadir di tengah masyarakat,” pungkas Dr. Ellys. (Hadi)




















