Gorontalo – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit menular yang jumlah penderitanya terus meningkat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bone Bolango bekerja sama dengan Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menggelar kegiatan Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan, Kamis (9/10/2025), di Aula Kampus UBM Gorontalo.
Dekan Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) UBM Gorontalo, Adnan Malaha, M.Si, mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya bagi Program Studi Analis Kesehatan yang dapat berkolaborasi langsung dengan tim Dinas Kesehatan.
“Kegiatan ini mencakup edukasi, upaya preventif, serta pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Tim Dinkes melalui proses screening. Hasil pemeriksaan akan dijaga kerahasiaannya sesuai kode etik profesi,” jelas Adnan.
Ia menambahkan, penting bagi setiap individu untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit menular seperti AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) agar penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kabupaten Bone Bolango, Lathifah Mukminin, M.Kes, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari Kampus UBM Gorontalo sehingga kegiatan pemeriksaan kesehatan dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, screening kesehatan yang dilakukan bertujuan untuk mendeteksi tiga jenis penyakit menular, yaitu AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria, melalui pengambilan sampel darah mahasiswa. Dari hasil pemeriksaan awal (R1), jika ditemukan hasil reaktif, maka pemeriksaan akan dilanjutkan ke tahap kedua (R2) di beberapa fasilitas kesehatan, seperti RSUD Toto Kabila, RSUD Tombulilato Bone Raya, Puskesmas Kabila, Puskesmas Dumbayabulan Suwawa Timur, dan Puskesmas Ulantha Suwawa.
“Jika hasil pemeriksaan R2 dan R3 juga menunjukkan reaktif, maka hasil tersebut dinyatakan positif. Pasien akan segera mendapatkan terapi Antiretroviral (ART) untuk mengendalikan virus, memperlambat perkembangannya, dan melindungi sistem kekebalan tubuh,” terang Lathifah.
Ia juga menegaskan bahwa penderita positif akan mendapatkan pendampingan langsung dari tenaga kesehatan dan obat ARV yang harus dikonsumsi seumur hidup.
Melalui kegiatan Screening ATM ini, Dinas Kesehatan berharap mahasiswa semakin sadar pentingnya pemeriksaan dini untuk mencegah penularan dan mempercepat pengobatan.
“Jangan takut memeriksakan diri. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kami menjamin kerahasiaan data dan hasil pemeriksaan setiap peserta,” tutup Lathifah Mukminin, M.Kes. (*)






















