POHUWATO – Universitas Pohuwato (UNIPO) memperluas jalinan kemitraan dengan dunia industri melalui kunjungan kerja ke Pani Gold Project di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Jumat (10/10/2025).
Kunjungan yang dipimpin langsung oleh Rektor UNIPO, Dr. Hj. Gretty S. Saleh, S.IP., M.Si, turut diikuti para wakil rektor dan seluruh dekan fakultas. Rombongan diterima dengan hangat oleh HR Manager Pani Gold Project, Adi Firdaus.
Dalam pertemuan tersebut, pihak UNIPO menyampaikan sejumlah usulan kerja sama, mulai dari program pemagangan, job fair, beasiswa mahasiswa, pelatihan bahasa asing, hingga kolaborasi dalam pendidikan dan pengabdian masyarakat.
Adi Firdaus menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, langkah UNIPO menjalin hubungan dengan industri merupakan sinergi positif yang akan memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di daerah.
“Kami menyambut baik kedatangan Universitas Pohuwato. Ini langkah penting membangun hubungan saling mendukung antara dunia pendidikan dan industri,” ujar Adi.
Ia menegaskan, seluruh usulan UNIPO akan dikaji secara serius oleh manajemen perusahaan. Pani Gold Project, kata dia, terbuka terhadap kolaborasi yang memberi manfaat nyata, terutama bagi pengembangan kapasitas mahasiswa dan dosen.
“Semua usulan dari pihak kampus akan kami tindak lanjuti sesuai mekanisme. Kami sangat terbuka untuk bekerja sama,” jelasnya.
Adi juga menyebut bahwa program magang menjadi salah satu bentuk kerja sama yang siap direalisasikan. Menurutnya, pemagangan di industri memberikan pengalaman langsung yang penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.
“Beberapa universitas sudah melaksanakan magang di sini, dan hasilnya positif. Kami yakin mahasiswa UNIPO juga akan mendapatkan pengalaman berharga,” tambahnya.
Selain itu, pihak perusahaan juga akan mengusulkan program beasiswa bagi mahasiswa UNIPO ke manajemen pusat sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan di wilayah Pohuwato.
Sementara itu, Rektor UNIPO, Dr. Gretty S. Saleh, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan pihak Pani Gold Project terhadap inisiatif kerja sama ini.
“Kerja sama dengan dunia industri seperti Pani Gold Project sangat strategis untuk menyiapkan mahasiswa kami menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujarnya.
Gretty menilai, sinergi pendidikan dan industri tidak hanya memperkuat kualitas lulusan, tetapi juga memberi dampak luas bagi masyarakat.
“Kami berharap kemitraan ini dapat diwujudkan dalam program nyata seperti magang, pelatihan, dan kegiatan akademik bersama,” tutupnya.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen kedua pihak untuk menindaklanjuti hasil pembahasan dalam waktu dekat melalui kerja sama konkret di bidang pendidikan dan pengembangan SDM. (Hadi)





















