‎Festival Hirameya Dorong Gerakan Iklim Orang Muda Desa-Kota

‎Hadirkan Lomba, Pameran, dan Edukasi Pangan Lokal di Rumah Adat Dulohupa Gorontalo

Ketua Panitia Festival Hirameya, Puput Pakaya
Ketua Panitia Festival Hirameya, Puput Pakaya

Otanaha.id -

‎GORONTALO – Komunitas orang muda “Natural Natura” bersama sejumlah mitra lingkungan menggelar Festival Hirameye di Rumah Adat Dulohupa, Kota Gorontalo, Minggu (12/10/2025).
‎Kegiatan ini mengusung tema “Lingkungan dan Pangan Lokal” sebagai bagian dari kampanye iklim yang melibatkan masyarakat desa dan kota.

‎Ketua Panitia Pelaksana, Puput Pakaya, menjelaskan bahwa Festival Hirameya merupakan kelanjutan dari gerakan kampanye iklim yang sebelumnya dilakukan oleh kelompok orang muda desa-kota di kawasan Suaka Margasatwa Nantu.

‎“Festival ini menjadi wadah untuk memperluas kampanye iklim dan mengenalkan kembali kekayaan alam serta satwa endemik yang dimiliki Gorontalo,” ungkap Puput kepada awak media.

‎Festival Hirameye diisi dengan 14 agenda kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
‎Berbagai kegiatan yang digelar antara lain:

‎Lomba mewarnai satwa endemik Gorontalo bagi anak-anak, untuk mengenalkan flora dan fauna khas hutan hujan tropis.

‎Bazar pangan lokal yang menampilkan berbagai olahan dari desa mitra komunitas.

‎Talk show tematik yang menghadirkan orang muda dari desa penyangga hutan, membahas potensi daya lokal dan gerakan lingkungan alternatif.

‎Pameran foto dan instalasi seni hasil ekspedisi “Jelajah Hutan Nantu”.

‎Pemutaran film dokumenter “Harmony”, karya kolaboratif dari dua wilayah, Gorontalo dan Bali, yang mengangkat isu kehidupan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

‎Camping komunitas, sebagai wadah sinergi antarpegiat lingkungan dan literasi di Gorontalo.

‎Sebelum puncak festival, Natural Natura telah lebih dulu mengadakan kegiatan Jelajah Hutan Nantu dua minggu sebelumnya.
‎Kegiatan ini melibatkan para pemuda desa dan kota untuk mengamati langsung kondisi ekosistem Suaka Margasatwa Nantu serta mengenal keanekaragaman satwa endemiknya.

‎“Sebagian besar peserta belum pernah masuk ke hutan sebelumnya. Maka kegiatan ini menjadi pengalaman penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap alam,” jelas Puput.

‎Puput menambahkan, nama “Hirameya” diambil dari semangat untuk mengajak masyarakat terlibat secara gembira dalam kampanye lingkungan.

‎“Kami ingin orang muda, anak-anak, dan orang tua bisa sama-sama berbahagia, belajar, dan bergerak menjaga lingkungan melalui cara yang menyenangkan,” ujarnya.

‎Festival Hirameya diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mempertemukan berbagai komunitas untuk terus menggaungkan isu iklim dan pelestarian alam Gorontalo. (Hadi)