Bone Bolango — Pemerintah Kabupaten Bone Bolango menepis tudingan adanya pertemuan tertutup antara Bupati Ismet Mile dengan pihak tertentu untuk mengatur arah pemberitaan media.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh langkah dan kebijakan yang dijalankan tetap berlandaskan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bone Bolango, Misnawaty Wantogia, menjelaskan bahwa pertemuan yang ramai dibicarakan di media sosial tersebut sejatinya merupakan rapat koordinasi rutin bersama media mitra pemerintah daerah.
“Pertemuan itu terbuka untuk umum dan merupakan agenda resmi Pemda. Kami hanya melakukan evaluasi kerja sama publikasi tahun ini serta membahas rencana sinergi komunikasi publik untuk tahun 2026,” ujar Misnawaty dalam keterangan resminya, Jumat (17/10/2025).
Ia menegaskan tidak ada pembahasan atau arahan yang bersifat intervensi terhadap media. Sebaliknya, pemerintah justru mendorong agar setiap insan pers tetap menjaga independensi dan etika jurnalistik dalam menjalankan tugasnya.
“Seluruh koordinasi komunikasi publik berada di bawah tanggung jawab Dinas Kominfo. Struktur organisasi dan mekanisme kerja sama media berjalan sesuai aturan. Jadi, tidak benar jika ada pihak yang disebut mengangkangi kewenangan Kominfo,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Bone Bolango juga menepis tudingan adanya upaya membungkam kritik publik. Misnawaty menilai, kritik dan masukan dari media maupun masyarakat merupakan bagian penting dari proses demokrasi dan transparansi.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran, bahkan rutin menggelar forum komunikasi publik setiap triwulan. Namun kami mengingatkan agar pemberitaan tetap berpegang pada prinsip verifikasi dan tidak mengandalkan sumber anonim yang bisa menyesatkan,” tambahnya.
Melalui pernyataan ini, Pemerintah Kabupaten Bone Bolango mengajak seluruh insan pers dan masyarakat untuk terus menjaga kemitraan yang konstruktif dalam mengawal pembangunan daerah serta menghadirkan informasi yang edukatif, faktual, dan menyejukkan bagi publik. (*)




















