LIMBOTO — Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gorontalo III (Kabupaten Gorontalo A), Hj. Sitti Nurayin Sompie, melaksanakan reses masa persidangan pertama tahun 2025–2026 di Kelurahan Hutuo, Kecamatan Limboto, Selasa (22/10/2025).
Kegiatan reses ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan prioritas, mulai dari bantuan usaha, peternakan, pendidikan, hingga sarana keagamaan.
Dalam dialog bersama warga, Sitti Nurayin menerima sejumlah usulan, di antaranya bantuan UMKM, bahan dan permodalan usaha, bibit ternak ayam serta sapi, dan beasiswa bagi mahasiswa studi akhir. Selain itu, masyarakat juga berharap adanya dukungan bagi majelis taklim, rehab masjid, serta program ketahanan pangan kios pangan Bersubsidi untuk meningkatkan kesejahteraan warga.
Sitti mengungkapkan bahwa beberapa pokok pikiran (pokir) yang telah diusulkan untuk tahun 2025 antara lain bantuan motor coldbox bagi penjual ikan dan sayur keliling sebanyak 33 unit, yang akan disalurkan berdasarkan data DTKS atau DTSN dan verifikasi dinas terkait.

“Semua bantuan akan diberikan secara tepat sasaran, berdasarkan data penerima yang valid agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sitti Nurayin.
Ia juga menambahkan, untuk sektor peternakan telah berjalan program bantuan sapi, kambing, dan ayam, di mana dari 36 proposal yang diajukan, 15 kelompok sudah menerima bantuan sapi.
Terkait pengelolaan data penerima bantuan, pihak kelurahan menyampaikan pentingnya pembaruan data DTKS setiap bulan, agar distribusi bantuan menjadi lebih efisien dan adil.
Selain sektor ekonomi, aspirasi warga juga mencakup dukungan untuk majelis taklim dan kelompok rukun duka, masing-masing bernilai Rp10 juta yang dapat diwujudkan dalam bentuk tenda dan kursi, serta rehabilitasi masjid dengan nominal serupa.
“Saya adalah wakil rakyat. Tugas saya memperjuangkan aspirasi masyarakat agar bisa terealisasi sesuai kebutuhan,” tegas Sitti.
Reses ini turut dihadiri oleh Lurah Hutuo beserta jajaran, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Kegiatan berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban, mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kesejahteraan masyarakat melalui aspirasi yang produktif dan berkeadilan. (Hadi)




















