GORONTALO – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Fikram A. Z. Salilama, menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan peningkatan ekonomi masyarakat dan akses pendidikan di Kelurahan Tenda, Kota Gorontalo. Hal ini disampaikannya saat menggelar reses masa persidangan di wilayah tersebut, Kamis (23/10).
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, Fikram menerima berbagai aspirasi warga, mulai dari permintaan program pemberdayaan UMKM, bantuan beasiswa, hingga penanganan bencana alam yang kerap terjadi di daerah itu.
Menurutnya, sektor UMKM masih menjadi kebutuhan utama masyarakat di Kelurahan Tenda. Ia berjanji akan memperjuangkan agar program pemberdayaan ekonomi masyarakat masuk dalam rencana pembangunan tahun 2026.
“Program pemberdayaan seperti UMKM sangat dibutuhkan masyarakat. Insya Allah, tahun 2026 akan kita perjuangkan masuk dalam program pemerintah,” ujar legislator dari Partai Golkar tersebut.
Meski pemerintah provinsi harus menyesuaikan diri dengan pemotongan anggaran sekitar Rp200 miliar pada tahun depan, Fikram memastikan program yang bersentuhan langsung dengan rakyat tidak akan diabaikan.
“Efisiensi anggaran tidak berarti menghapus program untuk masyarakat. Justru itu tetap jadi prioritas,” tegasnya.
Selain soal ekonomi, Fikram juga menyoroti masalah bencana alam di Kelurahan Tenda yang rawan longsor dan banjir akibat letaknya di kaki gunung dan dekat aliran sungai. Ia menilai, penanganan masalah tersebut memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat karena membutuhkan anggaran besar.
“Ini wilayah rawan bencana, dan perlu koordinasi lintas lembaga agar bisa ditangani secara permanen,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Fikram juga menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan memberikan bantuan beasiswa pribadi kepada dua anak yatim piatu di lingkungan setempat. Ia berharap, bantuan tersebut dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk terus menempuh pendidikan tinggi.
“Saya bantu beasiswa secara pribadi untuk anak yatim piatu, agar mereka tetap semangat melanjutkan kuliah,” ujarnya.
Tak hanya fokus pada pendidikan dan ekonomi, Fikram turut menyoroti potensi besar sektor perikanan di Kota Gorontalo. Ia menyebut, beberapa nelayan lokal telah berhasil mengekspor ikan tuna ke Jepang melalui pengusaha dari Jakarta.
“Potensi perikanan kita besar. Tinggal bagaimana pemerintah daerah memberikan pembinaan agar nelayan bisa ekspor langsung tanpa perantara,” tambahnya.
Fikram pun mendorong adanya pelatihan dan pendampingan ekspor bagi generasi muda nelayan agar nilai jual hasil tangkapan meningkat dan kesejahteraan masyarakat pesisir dapat terangkat. (Abdi)





















