GORONTALO – Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 pada 28 Oktober 2025, mahasiswa Semester I Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP) Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menggelar Gallery Showcase Project Inisiatif, Selasa (28/10/2025) di Kampus UBM Gorontalo.
Kegiatan bertema “Aktualisasi Nilai Pancasila dan Semangat Kewarganegaraan melalui Aksi Nyata” ini menampilkan puluhan karya poster dan kanvas tematik hasil kreativitas mahasiswa FPSP.
Dekan FPSP, Ismail Tahir, Ph.D, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi proyek Ujian Tengah Semester (UTS) untuk mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
“Output kegiatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami materi mata kuliah secara lebih kontekstual, sekaligus menerapkan konsep merdeka belajar melalui inovasi, pemilihan tema, editing, dan penyusunan layout yang kreatif,” ungkap Ismail.
Peserta kegiatan berasal dari mahasiswa program studi Hubungan Internasional (HI), Administrasi Pemerintahan Daerah (APD), dan Akuntansi Sektor Publik (ASP). Turut hadir pula mahasiswa semester atas FPSP yang berpartisipasi dalam sesi tanya jawab dan diskusi, terutama dari Prodi HI yang mengambil mata kuliah Dinamika dan Krisis Global.
Karya mahasiswa dibuat menggunakan berbagai aplikasi desain yang mudah diakses melalui ponsel pintar, seperti Adobe Express, Canva, Poster Maker, dan CapCut. Hasil karya menampilkan pesan-pesan kreatif, kritis, serta solusi konkret terhadap isu sosial, budaya, dan nasionalisme di era modern.
“Presentasi mahasiswa terlihat cukup efektif dengan desain yang menarik, tata letak terorganisir, dan fokus pada poin-poin utama, sehingga audiens mudah memahami isu yang diangkat,” tambah Ismail.
Salah satu peserta, Anna Maria B. Sarmento, mahasiswa asal Timor Leste dari Prodi Hubungan Internasional, mengungkapkan bahwa konsep poster yang ia buat menyerupai tampilan koran dengan konten edukatif bertema kebersihan lingkungan.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman baru yang sangat menarik. Model UTS seperti ini mendorong kami untuk berpikir kreatif dan belajar lebih merdeka,” ujar Anna Maria.
Ia menambahkan, diskusi dan sesi tanya jawab selama kegiatan turut meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam mengaitkan nilai-nilai Pancasila dengan isu lingkungan dan kewarganegaraan masa kini. (*)




















