Ekonomi Gorontalo Menguat: Tumbuh 5,49% di Triwulan III 2025, Kualitas Tenaga Kerja Meningkat

Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti pada Penyampaian Rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Gorontalo edisi Per 5 November 2025
Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti pada Penyampaian Rilis Berita Resmi Statistik BPS Provinsi Gorontalo edisi Per 5 November 2025

Otanaha.id -

Gorontalo — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo merilis perkembangan indikator makro wilayah setempat per 5 November 2025, meliputi pertumbuhan ekonomi, ketenagakerjaan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

‎Dalam pemaparan yang disampaikan Plt. Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, ekonomi Gorontalo pada Triwulan III 2025 tercatat tumbuh 5,49 persen (y-on-y) dibanding periode sama tahun sebelumnya.

‎Pertumbuhan tersebut terutama disumbang oleh tiga lapangan usaha utama, yakni industri pengolahan, jasa keuangan, serta transportasi dan pergudangan.
‎Sementara dari sisi pengeluaran, dorongan terbesar berasal dari Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), diikuti konsumsi rumah tangga dan ekspor.



‎“Dari sisi produksi maupun pengeluaran, pertumbuhan Triwulan III menunjukkan momentum positif. Kontribusi terbesar berasal dari sektor industri pengolahan dan PMTB,” ujar Dwi.

‎Dalam rilis yang sama, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Gorontalo pada Agustus 2025 tercatat 3,42 persen, meningkat dibanding Agustus 2024 yang berada pada 3,13 persen.

‎Meski demikian, BPS mencatat tingkat setengah pengangguran menurun cukup signifikan, dari 8,49 persen pada Agustus 2024 menjadi 6,82 persen pada Agustus 2025. Penurunan ini dianggap menjadi sinyal perbaikan kualitas penyerapan tenaga kerja.

‎BPS juga menyoroti peningkatan porsi penduduk bekerja berpendidikan tinggi (Diploma ke atas) yang naik dari 13,04 persen (Agustus 2024) menjadi 15,89 persen (Agustus 2025). Pada saat yang sama, penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah turun menjadi 44,51 persen dari 47,67 persen.

‎ “Ini menunjukkan peningkatan kualitas tenaga kerja di Gorontalo,” terang Dwi.

‎Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

‎BPS juga menyampaikan, IPM Gorontalo tahun 2025 berada pada level 72,62, naik 0,85 persen dibanding tahun sebelumnya. Meskipun masih di bawah rata-rata nasional yang berada di angka 75,90, peningkatan IPM tercatat terjadi di hampir semua komponennya.

‎Secara kewilayahan, IPM tertinggi berada di Kota Gorontalo, kemudian disusul Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo. Sementara Pohuwato, Boalemo, dan Gorut berada pada kategori sedang, dengan Boalemo menjadi daerah terendah.

‎ “IPM menjadi gambaran kualitas pembangunan manusia di suatu daerah. Peningkatan tahun ini merupakan capaian positif bagi Gorontalo,” jelasnya.

‎Sebelumnya, BPS juga melaporkan bahwa tekanan harga pangan mendorong deflasi selama tiga bulan berturut-turut hingga Oktober 2025, sebagaimana dimuat dalam artikel Otanaha.id berjudul “Harga Pangan Turun, Gorontalo Catat Deflasi Tiga Bulan Beruntun di Oktober 2025.”

‎BPS membuka layanan aduan masyarakat melalui laman resmi pemerintah di www.lapor.go.id sebagai sarana penyampaian masukan publik terkait data statistik.(Hadi)