Boalemo — Dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik di lingkungan sekolah, Kepala SMK Bina Mandiri Boalemo, Yuriko B. Ishak, S.Pd, bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Rinto Yusuf, S.M, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding Kecerdasan Artifisial (KKA).
Kegiatan berlangsung di Grand Q Hotel pada Kamis–Jumat, 6–7 November 2025.
Program ini merupakan rangkaian kegiatan yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk memperkuat kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai alat pembelajaran yang efektif, kontekstual, serta berkarakter.
Kepala sekolah, Yuriko B. Ishak, menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam dan penguasaan koding tidak hanya menjadi materi tambahan, tetapi dapat diintegrasikan ke berbagai mata pelajaran. Menurutnya, pendekatan ini menekankan logika berpikir dan kemampuan berpikir kritis sehingga dapat mendorong terbentuknya generasi muda yang adaptif dan inovatif.
“Bimtek ini sangat bermanfaat dalam menghadapi tantangan pembelajaran di era digital. Kami berharap pembelajaran di SMK Bina Mandiri Boalemo semakin selaras dengan kebijakan pemerintah, terutama dalam meningkatkan kemampuan akademik dan karakter siswa,” ujar Yuriko.
Ia menambahkan bahwa penerapan teknologi perlu memperhatikan kesiapan sekolah, serta melakukan evaluasi metode pembelajaran agar tetap inklusif dan adaptif.
Yuriko juga menilai bahwa digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi sekolah. Karena itu, pihaknya berupaya membangun ekosistem pembelajaran digital yang berkelanjutan, didukung kemampuan guru untuk mengintegrasikan teknologi dengan materi ajar.
Bimtek ini tidak hanya membahas peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga metode pengajaran interaktif, penguatan karakter, serta pengembangan profesionalisme guru.
Para peserta juga mendapatkan pembekalan strategi transfer ilmu kepada guru lain di sekolah, termasuk mendesain pola pembelajaran yang dapat meningkatkan kompetensi pedagogik, karakter, dan interaksi sosial siswa.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi banyak pembahasan terkait penguatan karakter serta peningkatan profesionalisme tenaga pendidik,” jelas Yuriko.
Melalui kegiatan ini, SMK Bina Mandiri Boalemo berharap seluruh tenaga pendidik dapat mengembangkan metode pembelajaran inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi sehingga mampu menghasilkan lulusan yang siap menghadapi perkembangan dunia kerja, khususnya di era kecerdasan buatan.
“Dengan bekal materi Bimtek ini, kami siap mengimplementasikannya kepada seluruh guru sebagai upaya nyata meningkatkan kualitas layanan pendidikan, serta membawa semangat baru dalam menghadapi era digitalisasi,” tutup Yuriko.






















