Gorontalo — Untuk meningkatkan akselerasi dan motivasi kenaikan jabatan fungsional dosen, Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Strategi Peningkatan Karir Jabatan Fungsional Dosen”, Sabtu (8/11/2025), di Kampus UBM.
Kegiatan tersebut menghadirkan Guru Besar UBM Gorontalo, Prof. Dr. Akmal Umar, M.Si, sebagai narasumber utama. Hadir pula Plt. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Rizal, M.Si, para dekan, ketua program studi, dan dosen di lingkungan UBM Gorontalo.
Diskusi berlangsung santai dan terbuka, diisi dengan sesi tanya jawab serta berbagi pengalaman terkait regulasi jabatan fungsional dosen. Prof. Akmal membagikan kisah perjalanan kariernya, sejak awal menjadi dosen hingga meraih jabatan Guru Besar.
Ia mengungkapkan, proses pengusulan jabatan Guru Besar bukan perjalanan singkat. “Perjuangan saya hingga memperoleh jabatan Guru Besar memakan waktu hingga sembilan tahun. Saya tidak pernah putus asa, terus menulis dan mempublikasikan di jurnal,” kenangnya.
Menurut Prof. Akmal, keberhasilan dosen dalam jabatan fungsional akan memberikan dampak besar terhadap kemajuan perguruan tinggi. Ia menyebut tiga tujuan yang dapat dicapai melalui profesi dosen, yakni prestasi (pencapaian), prestise (kebanggaan), dan prasasti (legacy/jejak kebaikan yang dikenang).
Ia juga menyampaikan empat hal penting untuk memenangkan persaingan di dunia akademik:
1. Disiplin dalam semua hal
2. Kecepatan memanfaatkan peluang
3. Perhatian dan kepedulian terhadap lingkungan
4. Kompetensi yang mumpuni
“Untuk mendukung percepatan jabatan fungsional, perlu dibentuk tim kerja yang mengidentifikasi dosen yang telah memenuhi persyaratan dan membantu mempersiapkan kebutuhan untuk mendorong mereka semakin maju,” jelasnya.
Sebelumnya, Prof. Dr. Akmal Umar juga didaulat sebagai pemateri Kuliah Tujuh Menit (Kultum) pada kegiatan Apel Kerja yang dirangkaikan dengan Salat Duha berjemaah, zikir, dan doa di Musholla At-Tin, Kampus UBM.
Dalam kultumnya yang berjudul “Kunci Kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW”, ia menegaskan posisi Rasulullah sebagai manusia paling mulia yang dipilih langsung oleh Allah SWT. Putra terbaik sepanjang sejarah ini memiliki visi dan strategi dakwah yang sangat jelas.
Ia mengutip surat Al-Anbiya ayat 107:
“Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Prof. Akmal menjelaskan bahwa misi Rasulullah SAW mencakup:
Menyebarkan keadilan dan kesetaraan
Menyempurnakan akhlak
Membangun kedamaian dan kehidupan harmonis
Strategi kepemimpinan Nabi juga tampak dari kuatnya pondasi keimanan dan praktik ajaran Islam yang bertahan lebih dari 1.400 tahun hingga saat ini.
Kekuatan kepemimpinan Rasulullah tidak terlepas dari dukungan empat sahabat utama:
Abu Bakar: bijaksana
Umar bin Khattab: tegas dan pemberani
Usman bin Affan: kaya dan dermawan
Ali bin Abi Thalib: cerdas
Nabi juga mendapat dukungan penuh dari istrinya, Khadijah, yang berkorban jiwa dan harta untuk perjuangan Islam.
“Rasulullah sangat mencintai dan dicintai umatnya. Semua orang dipanggilnya sebagai sahabat dan diperlakukan dengan sangat baik. Teladan inilah yang perlu kita ikuti,” tutup Prof. Akmal.




















