GORONTALO — Kontestasi menuju pemilihan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Gorontalo mulai memasuki babak yang semakin menarik. Dari sederet nama yang santer diperbincangkan—mulai dari Aldi Andalan Uloli, Andi Ilham, hingga Muhalim dan DJ Litty yang disebut sebagai “kuda tua”—fokus publik kini justru terpusat pada dua anak muda: Aldi Uloli dan Andi Ilham.
Keduanya dianggap mewakili warna baru dunia usaha Gorontalo. Rekam jejak, mobilitas, dan jejaring yang mereka bangun membuat atmosfer kompetisi terasa lebih progresif.
Aldi dan Andi sebelumnya terlihat memiliki kedekatan. Keduanya pernah bertatap muka dalam sebuah perbincangan santai di Café Resko Angelato, Kota Gorontalo. Meski suasana pertemuan sederhana, pembahasan keduanya bukan perkara ringan: arah baru Kadin dan masa depan ekonomi daerah.
Menurut Andi Ilham, Kadin Gorontalo masih belum tampil maksimal dalam memainkan peran strategisnya.
“Kadin Gorontalo harus punya jaringan yang lebih luas. Dengan jejaring yang dimiliki Aldi, saya percaya Kadin bisa lebih terbuka, lebih progresif, dan memberi dampak nyata,” ujarnya.
Pernyataan itu sempat memunculkan spekulasi bahwa Andi Ilham berpotensi memberikan dukungan kepada Aldi.
Namun, dinamika bergerak cepat.
Setelah intens berdiskusi dengan tokoh muda reformis seperti Erwin Ismail, keyakinan Andi perlahan berubah. Ia mulai mantap untuk ikut bertarung langsung dalam perebutan kursi Ketua Umum Kadin.
Manuver Andi tak berhenti di kalangan muda. Diam-diam, ia turut mengantongi dukungan sejumlah tokoh senior Kadin.
“Termasuk Mantan Ketum Kadin Gorontalo, dan juga Ferdriyanto Koniyo,” ungkapnya, Senin (10/11/2025).
Yang tak kalah mengejutkan, Andi juga mengaku menerima dukungan dari Rusli Habibie, mantan Gubernur Gorontalo yang pengaruhnya masih mengakar kuat. Dukungan ini dinilai sebagai “angin segar” yang dapat memperlebar jalan Andi menuju puncak kepemimpinan Kadin.
Dengan kombinasi dukungan politik, kekuatan jejaring, dan energi muda, Andi kini disebut-sebut sebagai kandidat yang paling siap menantang dominasi petahana maupun nama-nama lama lainnya.
Jika benar restu tokoh senior mengalir deras, maka pertarungan menuju kursi Ketua Umum Kadin Gorontalo diprediksi akan berlangsung panas—bahkan menjadi momentum perubahan arah organisasi pengusaha terbesar di daerah tersebut.
Akankah pertemanan Aldi–Andi berubah menjadi duel terbuka?
Ataukah justru melahirkan kolaborasi baru di tubuh Kadin?
Jawabannya akan terungkap dalam waktu dekat, ketika suara pelaku usaha menentukan siapa nakhoda baru Kadin Gorontalo. (Hadi)




















