Gorontalo – Kondisi infrastruktur jalan di Kota Gorontalo menjadi perhatian serius DPRD Kota Gorontalo. Diperkirakan sekitar 80 persen ruas jalan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi.
Merespons hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mulai melakukan langkah perbaikan secara bertahap melalui program penanganan darurat jalan berlubang. Program ini merupakan bagian dari agenda prioritas Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Penanganan sementara dilakukan dengan metode penampalan pada sejumlah titik jalan rusak menggunakan anggaran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Upaya ini dilakukan karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah untuk melakukan perbaikan menyeluruh.
“Yang dilakukan adalah penampalan dulu di titik-titik jalan berlubang menggunakan anggaran PAD. Ini langkah sementara sambil menunggu dukungan pendanaan dari pusat,” jelas Anggota DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, usai rapat Badan Anggaran (Banggar) bersama TAPD di Aula I DPRD Kota Gorontalo, Selasa (11/11/2025).
Totok menyampaikan bahwa kondisi fiskal daerah yang terbatas membuat penanganan dilakukan secara bertahap. Sementara itu, program infrastruktur prioritas lainnya tengah diperjuangkan oleh Wali Kota Agar dapat dianggarkan pada tahun berikutnya.
Ia menambahkan, sejumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Gorontalo tetap ditangani oleh Pemkot demi menjaga pelayanan publik.
“Contohnya Jalan Palma. Itu sebenarnya kewenangan Pemprov. Tapi karena tingkat kerusakannya mengganggu aktivitas masyarakat, Pemkot tetap melakukan perbaikan,” ungkapnya.
Totok menegaskan DPRD akan terus mendukung langkah percepatan penanganan infrastruktur. Selain mengawal pelaksanaannya, DPRD juga mendorong agar alokasi anggaran tahun mendatang dapat ditingkatkan guna memperkuat program prioritas Wali Kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat. ( Dilla)




















