KOTA GORONTALO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Teknis Pemilu dan Pemilihan” pada Jumat (14/11/2025) di pelataran Kantor Wali Kota Gorontalo. Forum ini menjadi wadah evaluasi sekaligus ruang bertukar gagasan untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilu pada periode mendatang.
Ketua KPU Kota Gorontalo, Mario S. Nurkamiden, menjelaskan bahwa FGD tersebut merupakan langkah strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas penyelenggaraan pemilu dan pemilihan. Ia menegaskan bahwa KPU Kota Gorontalo memiliki komitmen kuat menjaga tata kelola pemilu yang profesional, transparan, dan berintegritas.
“FGD ini bukan sekadar ruang diskusi, tetapi forum evaluasi bagi kelembagaan untuk menyatukan persepsi dan menyusun strategi teknis yang lebih baik. Semua masukan hari ini akan menjadi instrumen penting untuk peningkatan penyelenggaraan pemilu ke depan,” ungkapnya.
Mario juga menambahkan bahwa pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024, KPU Kota Gorontalo berhasil meraih penghargaan terbaik secara nasional, sebuah capaian yang menurutnya menjadi bukti kinerja kolektif seluruh jajaran penyelenggara di daerah.
“Alhamdulillah, KPU Kota Gorontalo mendapatkan penghargaan terbaik tingkat nasional pada pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan, sekaligus mempertahankan standar yang sudah dicapai,” tegasnya.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi tinggi kepada KPU dan Bawaslu atas peningkatan kualitas penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Ia mendorong agar evaluasi semacam ini menjadi agenda berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi kinerja KPU dan Bawaslu. Evaluasi seperti ini sangat penting agar pemilu lima tahun mendatang lebih matang. Partisipasi pemilih juga harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Adhan menekankan bahwa kualitas pemilu sangat menentukan kualitas pemimpin yang akan terpilih. Ia mengingatkan agar penyelenggaraan pemilu tidak dicederai praktik politik uang yang dapat merusak sendi-sendi demokrasi.
“Jika pemilu bersih dan berkualitas, maka pemimpin yang dilahirkan pun akan berkualitas. Politik uang harus diberantas karena hanya akan merusak demokrasi dan berpotensi menyeret pemimpin pada kasus korupsi,” tegasnya.
FGD tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, media, pegiat demokrasi, dan perwakilan masyarakat. Sejumlah rekomendasi teknis dirumuskan untuk ditindaklanjuti KPU Kota Gorontalo sebagai upaya meningkatkan profesionalitas dan integritas penyelenggaraan pemilu.
KPU menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadirkan pemilu yang semakin akuntabel, transparan, dan berintegritas (Hadi)




















