Gorontalo – Anggota DPRD Kota Gorontalo, Alan Lahay, menyoroti maraknya aksi balapan liar yang kembali terjadi di sejumlah titik di Kota Gorontalo, terutama di kawasan Bundaran Saronde. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui awak media pada Senin, (17/11/2025).
Alan menjelaskan bahwa Bundaran Saronde memang sudah sejak lama menjadi lokasi balapan liar, bahkan sejak dirinya masih bersekolah. Namun, kondisi tersebut kini dianggap semakin mengganggu seiring pesatnya penataan dan keindahan Kota Gorontalo.
“Kota Gorontalo sekarang sudah jauh lebih tertata dan enak dipandang. Tapi balapan liar ini sangat mengganggu masyarakat,” ujarnya.
Ia mengapresiasi upaya aparat yang terus melakukan penertiban. Namun, menurutnya, para pelaku balapan liar kerap memanfaatkan momen ketika petugas lengah.
“Ketika petugas datang, mereka hilang. Begitu petugas pergi, mereka kembali lagi. Ada semacam teknik khusus yang mereka gunakan untuk menghindar,” jelas Alan.
Politisi muda itu menegaskan perlunya penindakan yang memberikan efek jera, guna mencegah aksi balap liar terus berulang dan membahayakan keselamatan masyarakat.
Alan juga mengungkapkan bahwa kecelakaan akibat balapan liar telah beberapa kali terjadi di kawasan tersebut. Kondisi ini bukan hanya merugikan masyarakat, tetapi juga pemerintah yang berupaya menjaga kenyamanan dan ketertiban kota.
Selain mengajak masyarakat untuk melapor saat melihat adanya balapan liar, Alan turut menekankan pentingnya peran keluarga dalam memberikan pembinaan kepada anak-anak muda mengenai bahaya dan konsekuensi mengikuti aksi balap liar.
“Petugas tidak bisa bekerja 24 jam. Mereka juga manusia yang butuh istirahat. Karena itu, masyarakat perlu membantu dengan melaporkan jika melihat kejadian balapan liar,” tegasnya.
Alan berharap agar ke depan Kota Gorontalo dapat terbebas dari kebisingan dan risiko kecelakaan yang ditimbulkan oleh aksi balapan liar. (Hadi)




















