LIMBOTO — Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menerima audiensi lima organisasi desa di ruang kerjanya, Rabu (19/11), untuk membahas persiapan Soft Launching Hari Desa Nasional 2026 tingkat Provinsi Gorontalo. Pertemuan ini menjadi langkah awal penyusunan agenda kegiatan yang akan dilaksanakan pada Desember mendatang.
Lima organisasi desa yang hadir yakni APDESI MP Provinsi Gorontalo, PAPDESI, PPDI, PABPDSI, dan KOMPAKDESI. Dalam pemaparannya, perwakilan organisasi menyampaikan konsep kegiatan serta meminta dukungan Pemerintah Kabupaten Gorontalo sebagai tuan rumah penyelenggara.
Kepala Dinas PMD Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemkab Gorontalo siap memberikan dukungan penuh demi suksesnya soft launching.
“Pemda Kabupaten Gorontalo berterima kasih dan mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan ini,” ujarnya.
Sumanti menjelaskan bahwa momentum Hari Desa Nasional akan diintegrasikan dengan program pemberdayaan desa agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Seluruh rangkaian diarahkan untuk memberikan dampak langsung dalam memperkuat pembangunan desa di daerah.
“Bupati telah menginstruksikan dinas teknis untuk memfasilitasi seluruh kegiatan karena ini beririsan langsung dengan pembangunan desa,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung di Kecamatan Limboto, kawasan Sport Center, serta kompleks perkantoran Pemda. Pelaku UMKM dari berbagai desa juga akan dilibatkan melalui pameran produk unggulan.
Ketua PAPDESI MP Provinsi Gorontalo, Abdul Muis Hilala, menyebut penyelenggaraan di Kabupaten Gorontalo merupakan kontribusi daerah dalam memeriahkan Hari Desa Nasional 2026.
“Soft launching nasional digelar di Boyolali pada 25 November, sementara puncaknya pada Januari 2026. Karena ada irisan agenda daerah, kegiatan di Gorontalo kita majukan ke Desember 2025,” jelasnya.
Lima organisasi desa tersebut akan menjadi motor penggerak melalui sejumlah agenda seperti Simposium Desa, Pameran Potensi dan Produk Unggulan Desa, Bakti Sosial Donor Darah, Jalan Sehat, hingga penanaman pohon di Bumi Perkemahan Bongohulawa.
“Kami berharap rangkaian kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan desa, bukan hanya seremoni,” tegas Abdul Muis. (Hadi)




















