Gorontalo — Pelaksanaan Yudisium Gelombang II dan Sumpah Profesi Program Studi (Prodi) D3 Analis Kesehatan, Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo berlangsung sukses pada Kamis (20/11/2025) di Aztin Convention Center Kampus UBM.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor UBM Gorontalo, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, Plt. Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Wakil Rektor II Bidang Administrasi dan Keuangan, Dekan FSTIK, Ketua Prodi D3 Analis Kesehatan, para dosen, Ketua Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Gorontalo, serta orang tua lulusan.
Sebanyak 60 lulusan resmi dikukuhkan dan melanjutkan prosesi pengucapan sumpah profesi sebagai Ahli Teknologi Laboratorium Medis (ATLM).
Rektor UBM Gorontalo, Dr. Titin Dunggio, dalam sambutannya berpesan agar seluruh lulusan terus meningkatkan kompetensi dan integritas meski telah menyelesaikan pendidikan serta berhak menyandang gelar Ahli Madya Kesehatan (A.Md.Kes).

“Yudisium adalah proses awal untuk siap terjun di masyarakat. Tingkatkan silaturahmi, perluas jejaring, dan terus tumbuhkan profesionalisme serta integritas,” ujar Rektor Titin.
Ia menambahkan, banyak rumah sakit, puskesmas, serta fasilitas layanan kesehatan di Gorontalo yang telah diisi oleh alumni FSTIK UBM. Karena itu, lulusan diminta menjaga nama baik pribadi dan kampus di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
“Terima kasih kepada para orang tua atas kepercayaannya. Semoga masa depan anak-anak kita semakin sukses,” ungkapnya.
Sementara itu, Dekan FSTIK Adnan Malaha, M.Si menegaskan bahwa yudisium merupakan prosesi akhir dari seluruh rangkaian akademik setelah mahasiswa ditempa selama beberapa tahun, baik dari aspek ilmu pengetahuan maupun pembentukan karakter.
“Pendidikan adalah investasi terbaik. Para lulusan telah dinyatakan kompeten sebagai Ahli Teknologi Laboratorium Medis. Jagalah karakter yang baik di atas ilmu pengetahuan. Kami titipkan nama almamater UBM di tangan kalian,” pesan Adnan.
Ia juga menekankan pentingnya moralitas dan etika dalam menjalankan tugas sebagai ATLM. Ilmu yang diperoleh di kampus harus menjadi bekal untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Jadilah alumni yang membawa nama baik kampus. Gelar A.Md.Kes yang sudah diraih menjadi cermin pribadi dan institusi UBM Gorontalo,” tutupnya. (*)




















