LIMBOTO, — Tingkat kemiskinan di Kabupaten Gorontalo menunjukkan perbaikan signifikan pada 2025. Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Kabupaten Gorontalo yang dirilis 23 September 2025, persentase penduduk miskin turun menjadi 14,89 persen dari 16,43 persen pada 2024. Penurunan 1,54 persen poin ini menjadi capaian penting dalam upaya percepatan pembangunan daerah.
Penurunan persentase tersebut juga tercermin pada jumlah penduduk miskin yang merosot menjadi 56,13 ribu orang, atau berkurang sekitar 5,78 ribu orang dibanding tahun sebelumnya. BPS menilai hasil ini menunjukkan efektivitas berbagai program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Gorontalo bersama para mitra pembangunan.
Di sisi lain, Garis Kemiskinan 2025 tercatat meningkat menjadi Rp635.880 per kapita per bulan, dari Rp605.743 pada 2024. Kenaikan ini dipengaruhi meningkatnya harga kebutuhan pokok serta standar kebutuhan hidup layak masyarakat.
Indikator kedalaman dan keparahan kemiskinan juga mengalami perbaikan. Indeks Kedalaman Kemiskinan turun menjadi 1,66, menunjukkan pengeluaran penduduk miskin semakin mendekati garis kemiskinan. Indeks Keparahan Kemiskinan turun menjadi 0,30, menandakan ketimpangan pengeluaran antarpenduduk miskin semakin mengecil.
Kepala BPS Kabupaten Gorontalo, Dr. Suparno, S.ST, S.E., M.Si, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak lepas dari intervensi yang menyasar kelompok rentan.
“Jika dibandingkan tahun sebelumnya, penurunan hampir mencapai 2 persen poin. Ini perkembangan positif karena jumlah penduduk miskin terus menurun dan selaras dengan target pembangunan SDGs di daerah,” ujar Suparno saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/11).
Suparno menjelaskan, lebih dari sepertiga penduduk Kabupaten Gorontalo masih bergantung pada sektor pertanian, sehingga sektor ini berperan besar terhadap angka kemiskinan.
“Intervensi harus menjangkau mereka yang bekerja di sektor pertanian. Selain itu, rumah tangga tidak produktif, kepala keluarga lansia, hingga rumah tangga dengan keterbatasan kemampuan dasar perlu mendapatkan dukungan khusus,” tambahnya.
Dengan tren penurunan kemiskinan yang cukup tajam, Pemerintah Kabupaten Gorontalo optimis dapat mempertahankan momentum ini melalui kolaborasi lintas sektor serta peningkatan ketepatan sasaran program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. (Hadi)




















