UBM Gorontalo Perkuat Jejaring Nasional, Resmi Teken MoU dengan UMY di Ajang Benchmarking LLDIKTI XVI

Penandatanganan MoU antara UBM Gorontalo dengan UMY dalam rangkaian Patok Banding LLDikti Wilayah XVI di Yogyakarta. (Foto: Karlina)
Penandatanganan MoU antara UBM Gorontalo dengan UMY dalam rangkaian Patok Banding LLDikti Wilayah XVI di Yogyakarta. (Foto: Karlina)

Otanaha.id -

Yogyakarta— Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo terus memperkuat eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan progresif. Hal ini ditunjukkan lewat keterlibatan aktif dalam agenda kunjungan kerja dan patok banding (benchmarking) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVI Gorontalo–Sulawesi Utara–Sulawesi Tengah (Gosuluteng) yang digelar di Yogyakarta.

‎Rombongan pimpinan perguruan tinggi swasta dari tiga provinsi itu dipimpin Kepala LLDIKTI XVI, Munawir Sadjali Razak, MA, dengan fokus utama menggali praktik unggulan dari kampus-kampus ternama di Kota Pelajar—mulai dari tata kelola mutu, strategi akreditasi, hingga peningkatan daya saing nasional dan internasional.

‎Momentum kunjungan tersebut semakin bermakna setelah digelarnya penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara APTISI dan sejumlah perguruan tinggi prestisius seperti UII, USD, UAD, STIKES Panti Rapih, serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Kerja sama ini membuka ruang kolaborasi strategis di bidang penguatan mutu akademik dan manajemen perguruan tinggi.

‎Ketua APTISI Gorontalo sekaligus perwakilan LLDIKTI XVI, Drs. Ir. H. Azis Rachman, M.M., IPM., menegaskan bahwa benchmarking ini bukan sekadar kunjungan seremonial, tetapi langkah percepatan peningkatan mutu PTS di wilayah Gosuluteng.



‎ “Kami datang untuk melihat langsung best practice kampus-kampus unggul. Harapannya ada pendampingan mutu berkelanjutan dan tindak lanjut konkret setelah kegiatan ini,” ujarnya.

‎Azis menekankan tiga fokus utama yang menjadi perhatian: penguatan SPMI dan akreditasi, pengembangan kapasitas dosen, serta strategi pemasaran perguruan tinggi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru.

‎Sementara itu, Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menyambut antusias kolaborasi tersebut. Ia menilai perguruan tinggi perlu bergerak dengan perencanaan yang matang untuk bisa mencapai standar unggul.

‎> “Kami siap berkolaborasi. Keunggulan perguruan tinggi tidak hadir dari coba-coba. Harus terstandar, terukur, dan direncanakan dengan baik,” tegasnya.



‎Agenda ditutup dengan sesi pemaparan strategi pengelolaan perguruan tinggi oleh Ir. Slamet Riyadi, S.T., M.Sc., Ph.D., yang mengulas praktik internalisasi mutu berstandar global—memberikan insight baru bagi seluruh peserta benchmarking.

‎Dengan penandatanganan MoU dan rangkaian pembelajaran strategis ini, UBM Gorontalo semakin menegaskan komitmennya menjadi perguruan tinggi yang adaptif, kompetitif, dan siap memperluas jejaring nasional menuju level unggul. (*)