GORONTALO — Wakil Ketua DPRD Kota Gorontalo, H. Moh. Rivai Bukusu, S.IP, menggelar reses masa sidang pertama tahun 2025 di Daerah Pemilihan III (Kota Tengah–Sipatana), Sabtu malam (30/11/2025).
Reses yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme ini dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang hingga kini masih membebani kehidupan mereka.
Dalam sesi dialog, warga banyak menyoroti kondisi akses lorong yang masih becek, rusak, dan belum tersentuh pembangunan paving block. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas harian, terutama saat musim hujan.
Rivai Bukusu menegaskan bahwa sebagian lorong sebenarnya sudah masuk dalam perencanaan pembangunan, namun ada juga yang belum mendapat porsi anggaran.
“Banyak lorong yang masih becek dan belum tersentuh pembangunan. Semua usulan sudah saya catat dan akan saya perjuangkan,” ujarnya di hadapan warga.
Perumahan Pulubala kembali menjadi sorotan, Warga mengungkapkan bahwa setiap musim hujan, kawasan tersebut hampir selalu terendam karena saluran tidak berfungsi maksimal. Warga meminta agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada satu atau dua blok.

“Warga minta penanganan banjir jangan parsial, tapi menyeluruh. Dan itu sangat masuk akal,” kata Rivai.
Rivai menjelaskan bahwa sejumlah program sebenarnya sudah dianggarkan, namun tertunda akibat efisiensi anggaran. Kondisi ini membuat beberapa kebutuhan mendesak belum dapat direalisasikan.
Ia menekankan pentingnya warga untuk tetap mengawal usulan mereka melalui Musrenbang Kelurahan hingga Musrenbang Kecamatan sebagai pintu resmi perencanaan.
“Jika ada Musrenbang Kelurahan, tolong suarakan. Insyaallah saya akan kawal sebagai wakil dari Kota Tengah dan Sipatana,” tegasnya.
Selain persoalan infrastruktur, Rivai menyoroti pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Gorontalo yang berhasil menumbuhkan ribuan pelaku usaha baru dan membuka lapangan kerja secara luas.
“UMKM kita sudah ribuan. Jika setiap pelaku usaha menyerap tiga tenaga kerja saja, sudah tiga ribu warga yang terbantu,” ungkapnya.
Ia juga memuji pembangunan ruang usaha seperti Pusat Kuliner Sentral sebagai wujud nyata keberpihakan Wali Kota terhadap pelaku UMKM. Rivai bahkan menyebutnya sebagai “Bapak UMKM Kota Gorontalo”.

“Tidak ada biaya apa pun untuk pelaku UMKM di Sentral. Jika ada yang memungut, segera laporkan,” tegasnya.
Menutup kegiatan, Rivai Bukusu memastikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat Siteng telah dicatat dan akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan, termasuk usulan yang sempat tertunda akibat pemangkasan anggaran.
“Walaupun ada efisiensi, saya akan tetap berupaya maksimal meloloskan usulan-usulan ini. Itu tanggung jawab saya sebagai wakil masyarakat,” tandasnya.
Reses ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kota Tengah dan Sipatana untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan secara langsung, sekaligus memperkuat sinergi antara warga dan legislatif dalam mewujudkan pembangunan Kota Gorontalo yang lebih maju dan responsif. (Hadi)




















