Pemkab Gorontalo Mantapkan Langkah Kendalikan Inflasi, Sekda Sugondo Beberkan Strategi pada HLM TPID

Sekda Sugondo Makmur, memaparkan serangkaian strategi pengendalian inflasi dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Gorontalo
Sekda Sugondo Makmur, memaparkan serangkaian strategi pengendalian inflasi dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Gorontalo

Otanaha.id -

LIMBOTO — Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, memaparkan serangkaian strategi pengendalian inflasi dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Gorontalo yang berlangsung di Hulonthalo Ballroom, Kota Gorontalo, Kamis (4/12).

‎Dalam forum tersebut, Sugondo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Gorontalo terus memperkuat berbagai upaya untuk menjaga stabilitas harga, terutama menghadapi tren kenaikan permintaan di akhir tahun. Ia mengungkapkan bahwa beberapa komoditas seperti beras, tomat, cabai rawit, telur, dan minyak goreng menjadi penyumbang tekanan inflasi akibat kondisi cuaca, distribusi, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat.

‎“Menjelang Desember, permintaan komoditas, termasuk bawang, rica, dan tomat dari wilayah Sulawesi Utara mengalami peningkatan. Ini tentu menjadi fokus kami dalam pengendalian inflasi daerah,” ujar Sugondo.

‎Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Pemkab Gorontalo menyiapkan sejumlah langkah taktis, di antaranya mengintensifkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di titik-titik strategis, memangkas rantai distribusi untuk menjaga keterjangkauan harga, serta memastikan kelancaran pasokan dengan mencegah penumpukan barang.

‎Pemkab juga memperkuat kerja sama dengan Bulog guna menjamin ketersediaan stok beras, berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk mobilisasi distribusi, serta menyediakan informasi harga pasar secara terbuka agar masyarakat tidak panik merespons perubahan harga.

‎Sugondo turut memaparkan kondisi stok pangan daerah yang dinilai sangat aman menjelang penghujung tahun. Beberapa cadangan pangan tercatat berada di atas kebutuhan, seperti beras dengan stok 4.861 ton dari kebutuhan 4.075 ton, jagung 7.033 ton dari kebutuhan 1.653 ton, serta bawang merah yang mencapai 223 ton dari kebutuhan 117 ton. Ketersediaan bawang putih dan cabai besar juga berada pada level yang mencukupi.

‎“Dengan kondisi stok yang melimpah, kami optimistis provinsi dan kabupaten dapat menekan laju inflasi secara terkendali,” tegasnya.

‎HLM TPID ini menjadi momentum konsolidasi antar pemangku kebijakan dalam memastikan stabilitas harga pangan di Gorontalo, khususnya memasuki periode akhir tahun yang identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat. (Hadi)