GORONTALO — Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Gorontalo angkat suara terkait dugaan penghinaan terhadap Prof. Dr. Abd Kadim Masaong. Ketua Bidang Organisasi IMM Kabupaten Gorontalo, Hanz Dirgantara, menyampaikan kecaman keras sekaligus menyoroti rendahnya adab dan literasi digital pelaku.
Menurut Hanz, tindakan pelaku bukan hanya melampaui batas etika, tetapi juga mencerminkan kemunduran moral. Ia menegaskan bahwa tidak ada dasar yang dapat membenarkan serangan verbal terhadap seorang tokoh pendidik.
“Penghinaan itu bukan keberanian. Itu kebodohan yang dipertontonkan,” tegasnya.
Hanz menilai bahwa penggunaan kata-kata kasar untuk menyerang kehormatan Prof. Kadim menunjukkan rendahnya kualitas moral pelaku. Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut justru menyingkap karakter asli dari orang yang mengeluarkan penghinaan.
“Orang hanya mengeluarkan apa yang ada di dalam dirinya. Jika yang keluar adalah kata-kata kotor, maka itu cermin moralnya. Menghina seorang pendidik berarti menghina nilai, ilmu, bahkan dirinya sendiri,” ujarnya.
Lebih jauh, Hanz menyebut tindakan pelaku sebagai bentuk kepengecutan karena dilakukan dari balik akun media sosial tanpa pertanggungjawaban yang jelas.
“Berani menghina tapi bersembunyi di balik layar? Itu pengecut. Orang yang punya pendirian tidak akan bersembunyi ketika berbicara,” katanya.
IMM Kabupaten Gorontalo juga menilai bahwa tindakan penghinaan seperti ini tidak boleh dibiarkan berkembang di ruang digital. Hanz menegaskan pentingnya menciptakan ekosistem media sosial yang sehat dan beradab.
“Media sosial tidak boleh menjadi tempat para provokator digital. Jika tidak mampu menggunakan internet dengan etika, lebih baik berhenti menggunakannya,” ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Hanz menegaskan bahwa IMM tidak akan membalas dengan emosi, tetapi akan mengawal kasus ini melalui jalur hukum hingga tuntas.
“Kami tidak membalas penghinaan dengan penghinaan. Kami membalas dengan proses hukum. Menghina tokoh Muhammadiyah berarti menyentuh seluruh kadernya. Untuk itu, kami berdiri di barisan terdepan,” tegasnya. (Hadi)




















