Gorontalo — Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gorontalo (FIKES UMGO) resmi menggelar Angkat Janji Sarjana Keperawatan dan Kebidanan serta Sumpah Profesi Ners dan Bidan, diikuti 136 lulusan. Acara berlangsung khidmat di hadapan pimpinan UMGO, organisasi profesi, dan instansi kesehatan provinsi.
Dari total peserta, 10 merupakan sarjana keperawatan, 4 sarjana kebidanan, 88 lulusan profesi Ners, dan 34 lulusan profesi Bidan. Kehadiran DPW IBI, DPW PPNI, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, PWM Muhammadiyah Gorontalo, serta pejabat struktural UMGO menambah bobot seremonial akademik tersebut.
Dekan FIKES UMGO, Dr. Zuriayati Mohammad, M.Kes., dalam laporan akademik memaparkan perkembangan signifikan fakultas. Saat ini FIKES menaungi enam program studi aktif:
S1 Keperawatan (Baik Sekali)
Profesi Ners (Baik Sekali)
S1 Kebidanan (Baik)
Profesi Bidan (Baik)
D4 Teknologi Laboratorium Medis (Operasional)
S1 Informatika Medis (Operasional)
Sementara itu, S1 Keperawatan Anastesiologi dan S2 Keperawatan tengah memasuki tahap akhir perizinan.
Ia juga mengungkapkan peningkatan penyerapan lulusan. Alumni FIKES telah bekerja sebagai ASN, P3K, tenaga kesehatan di berbagai puskesmas dan rumah sakit, hingga luar negeri seperti Arab Saudi, Jepang, Jerman, dan Kuwait.
“Ini menunjukkan bahwa lulusan FIKES mampu bersaing di tingkat lokal hingga internasional,” ujarnya.
FIKES UMGO turut mencatat berbagai prestasi, mulai dari Duta Kesehatan Provinsi Gorontalo dan nasional, Juara III Video Edukasi AIPKEMA, penerima hibah PKM, hingga juara kompetisi Instagram Photo Challenge dan Poster Presentation. Produktivitas riset dosen juga meningkat melalui Hibah DPPM Kemristek-Saintek 2025.
Dalam aspek kelembagaan, FIKES kini didukung Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) UMGO dengan nomor registrasi 0276257501. Kerja sama fakultas semakin meluas dengan rumah sakit pemerintah se-Provinsi Gorontalo, RSJ Ratumbuisang Manado, RS Fatmawati Jakarta, RS Pendidikan Universitas Airlangga, Kaikokai Corporation Jepang, dan ITC.
Rektor UMGO, Prof. Dr. Abd Kadim Masaong, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada orang tua lulusan serta memberi penghargaan khusus kepada Ibu Sri Adam, alumni senior yang membuktikan pendidikan tidak mengenal usia.
“Jalankan sumpah profesi dengan integritas. IPK bukan satu-satunya penentu; kemampuan dan karakter adalah kunci di dunia kerja,” pesannya.
Ia menutup sambutan dengan mengajak seluruh lulusan untuk terus mengembangkan kompetensi dan menjadi teladan di tengah masyarakat. (Hadi)




















