Gorontalo – Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo meraih penghargaan dari Badan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo atas komitmennya dalam mendukung pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta pelaksanaan program pendidikan inklusi. Penghargaan tersebut diserahkan pada kegiatan Refleksi dan Apresiasi Pemerintah Provinsi Gorontalo yang digelar di Hotel Aston, Kamis (11/12/2025).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Gorontalo, Dr. Gusnar Ismail, MM. Penghargaan diterima UBM Gorontalo sebagai salah satu mitra strategis BPMP Provinsi Gorontalo yang dinilai memiliki komitmen dan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB) UBM Gorontalo, Dr. Imam Mashudi, M.Pd, mengatakan bahwa UBM Gorontalo memperoleh apresiasi pada kategori Komitmen dan Dukungan terhadap Pengentasan Anak Tidak Sekolah (ATS) serta Program Inklusi di Provinsi Gorontalo.
Sebelumnya, BPMP Provinsi Gorontalo bersama mitra strategis, termasuk UBM Gorontalo, telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait peningkatan kualitas pendidikan di Gorontalo, khususnya dalam mendukung program prioritas penanggulangan ATS atau Anak Putus Sekolah (APS).
“Kampus UBM Gorontalo berkomitmen penuh mendukung program prioritas BPMP. Kami juga terus mengembangkan pendidikan inklusi dan pendidikan berbasis teknologi,” jelas Dr. Imam.
Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi bagi UBM Gorontalo untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan program pendidikan, khususnya di bidang pendidikan inklusi. Ke depan, sivitas akademika UBM Gorontalo akan memasukkan program pengentasan ATS dalam kegiatan Kuliah Kerja Mandiri (KKM) yang dijadwalkan berlangsung di berbagai desa pada Februari 2026.
Dr. Imam juga menyampaikan pernyataan Kepala BPMP Gorontalo, Rudi Syaifullah, MM, yang menjelaskan bahwa kegiatan apresiasi tersebut merupakan bentuk penghargaan kepada insan dan lembaga yang telah berkontribusi besar dalam memajukan pendidikan di Provinsi Gorontalo.
BPMP memberikan apresiasi kepada satuan pendidikan yang menunjukkan peningkatan capaian positif serta menerapkan sistem penjaminan mutu pendidikan berbasis rapor pendidikan. Pada akhirnya, manfaat dari upaya ini dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para peserta didik.
Sementara itu, Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan dunia pendidikan. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan, BPMP, atau institusi pendidikan semata, melainkan menjadi urusan bersama.
“Pendidikan tidak bisa dibatasi oleh wilayah administratif maupun kewenangan. Pendidikan menembus berbagai batas, sehingga diperlukan kolaborasi untuk memajukan sektor pendidikan,” ujarnya.
Rudi Syaifullah menambahkan, saat ini kualitas pendidikan di Gorontalo menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, baik dari aspek literasi, numerasi, karakter, iklim belajar, maupun kualitas pembelajaran.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Gorontalo antara BPMP Gorontalo dan mitra strategis, yakni Universitas Bina Mandiri Gorontalo, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, BNNP, PMI, Universitas Terbuka, Bank Mandiri, serta Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.




















