Perum Pegadaian Dorong Penguatan UMKM Lewat Program KUR Fleksi Berbasis Syariah

Pimpinan Wilayah Penggadaian Korwil Suluttenggo, Maluku dan Papua, Pratikno.
Pimpinan Wilayah Penggadaian Korwil Suluttenggo, Maluku dan Papua, Pratikno.

Otanaha.id -

Gorontalo, — Pegadaian Gorontalo terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah. Program ini merupakan bagian dari mandat pemerintah yang dipercayakan kepada Pegadaian sebagai lembaga keuangan resmi penyalur pembiayaan usaha.

‎Pimpinan Wilayah Pegadaian Kantor Wilayah V Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, dan Maluku, Pratikno, menjelaskan bahwa KUR Pegadaian dirancang untuk menjawab kebutuhan pelaku usaha di sektor riil, khususnya pertanian dan perikanan yang memiliki siklus usaha musiman.

‎“KUR Pegadaian berbasis syariah dan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki lembaga keuangan lain, yakni KUR Fleksi. Skema ini sangat cocok bagi masyarakat Gorontalo yang mayoritas bergerak di sektor pertanian dan perikanan,” ujar Pratikno.



‎Ia mencontohkan, petani jagung yang baru memperoleh hasil panen setelah tiga bulan sering kali belum memiliki kemampuan bayar yang stabil pada masa awal tanam. Melalui skema KUR Fleksi, angsuran dapat dilakukan satu kali setelah panen, sehingga tidak membebani pelaku usaha di awal produksi.

‎“Selama masa tanam, nasabah belum memiliki repayment capacity yang optimal. Dengan KUR Fleksi, angsuran bisa dilakukan sekaligus setelah panen. Ini sangat membantu petani dan nelayan,” jelasnya.

‎Program KUR Fleksi Pegadaian menyediakan pembiayaan hingga Rp50 juta dengan skema pembayaran yang disesuaikan dengan karakter usaha nasabah. Sistem pembayaran dilakukan secara fleksibel sesuai kesepakatan, sehingga memberikan ruang tumbuh bagi UMKM.

‎Selain kemudahan pembiayaan, Pegadaian juga menegaskan komitmennya dalam memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat agar dana yang diterima dapat dikelola secara produktif dan berkelanjutan.

‎Melalui kehadiran KUR Fleksi berbasis syariah, Pratikno berharap dapat mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian, perikanan, dan UMKM di Gorontalo, sekaligus memperkuat perekonomian daerah berbasis kerakyatan. (Abdi)