Limboto, – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memilih pendekatan religius dalam menyambut Tahun Baru 2026. Alih-alih menggelar hiburan malam pergantian tahun, Pemkab Gorontalo akan mengisi momen tersebut dengan kegiatan zikir dan doa bersama sebagai bentuk refleksi dan rasa syukur.
Kebijakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, saat memimpin Rapat Pimpinan Evaluasi Akhir Tahun di Ruang Dulohupa, Kantor Bupati Gorontalo, Kamis (18/12/2025).
Bupati Sofyan menegaskan bahwa agenda resmi pemerintah daerah pada malam 31 Desember 2025 tidak akan diisi dengan kegiatan hiburan. Seluruh rangkaian kegiatan difokuskan pada ibadah, dimulai setelah salat Magrib dan dilanjutkan hingga selesai salat Isya.
“Pemerintah daerah ingin menutup tahun 2025 dengan muhasabah dan doa, sebagai wujud rasa syukur atas jalannya pemerintahan dan pembangunan yang telah kita lalui,” ujar Sofyan.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang masyarakat atau organisasi kemasyarakatan yang ingin menggelar kegiatan perayaan pergantian tahun. Namun, seluruh kegiatan tersebut wajib mengikuti ketentuan perizinan serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian demi menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Untuk memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan kondusif, Pemkab Gorontalo akan segera membahas teknis pengamanan dan pelaksanaan kegiatan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap suasana pergantian tahun dapat berlangsung aman, tertib, dan penuh makna, sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai spiritual masyarakat dalam menyongsong Tahun Baru 2026. (Hadi)




















