GORONTALO – Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, bersama Gubernur Gorontalo serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait, melakukan peninjauan Posko Layanan Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Senin (21/12/2025).
Peninjauan dilakukan di Terminal Isimu, Kabupaten Gorontalo, serta Posko Pelayanan Angkutan Udara di Bandara Djalaluddin Gorontalo, sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan layanan transportasi bagi masyarakat selama momentum libur panjang akhir tahun.
Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Thomas Mopili menegaskan bahwa DPRD memiliki komitmen kuat dalam mengawal pelayanan publik, khususnya sektor transportasi, agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan liburan dengan aman, nyaman, dan tertib.

“DPRD hadir untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat benar-benar berjalan maksimal. Dari hasil peninjauan, kesiapan posko, personel, serta koordinasi antarinstansi sudah cukup baik dan harus terus dijaga,” ujar Thomas Mopili kepada awak media.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam pengelolaan angkutan Natal dan Tahun Baru, baik darat, laut, maupun udara.
Selain kesiapan personel dan fasilitas, Thomas Mopili juga menyoroti pentingnya antisipasi faktor cuaca. Informasi cuaca yang dimonitor secara berkala dinilai sangat membantu pengambilan keputusan cepat di lapangan guna meminimalisir potensi gangguan transportasi.
Di sektor angkutan udara, Ketua DPRD mengapresiasi kebijakan pemerintah yang menjaga stabilitas harga tiket pesawat. Ia memastikan DPRD mendukung langkah-langkah yang berpihak pada masyarakat, termasuk kebijakan penurunan harga tiket sesuai ketentuan nasional.
“Transportasi udara sangat vital bagi Gorontalo. Harga tiket yang terkendali dan pelayanan yang baik akan sangat membantu mobilitas masyarakat selama Nataru,” katanya.
Sementara itu, untuk angkutan darat, Thomas Mopili menekankan pentingnya pemeriksaan kelaikan kendaraan serta kondisi kesehatan pengemudi. Langkah-langkah seperti tes kesehatan dan tes narkoba bagi sopir dinilai krusial untuk menjamin keselamatan penumpang.
Rangkaian peninjauan ini juga direncanakan berlanjut ke sektor angkutan laut, mengingat tingginya aktivitas penyeberangan kapal feri pada malam hari selama periode Natal dan Tahun Baru.
“Kami ingin memastikan seluruh moda transportasi berjalan sesuai standar keselamatan. Ini adalah tanggung jawab bersama demi melindungi masyarakat,” pungkas Thomas Mopili. (Hadi)






















