Transformasi 2.0 UBM: Saatnya Kita Bergerak Bersama Membangun

Oleh: Azis Rachman ‎Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo

Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Ir. H. Azis Rachman, ST., MM., IPM
Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Ir. H. Azis Rachman, ST., MM., IPM

Otanaha.id -

Tulisan ini sebagai refleksi akhir tahun 2025 pada Rapat Kerja Yayasan Bina Mandiri Gorontalo pada 23 Desember 2025, menegaskan bahwa Yayasan dan seluruh unit di bawah naungannya telah melewati fase yang tidak ringan. Dinamika regulasi, tantangan tata kelola, keterbatasan sumber daya, serta tuntutan mutu yang terus meningkat telah membentuk kedewasaan kelembagaan. Dari proses tersebut, tumbuh kesadaran bahwa keberlanjutan institusi tidak ditentukan oleh kecepatan, tetapi oleh ketepatan arah (visi) dan komitmen kolektif.

‎Setiap kampus memiliki momentum penentunya sendiri. Bagi Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBM), momentum itu hadir pada Rapat Kerja Tahun 2025, melalui Launching Transformasi 2.0 menuju Excellent Teaching University. Ini bukan sekadar pergantian fase perencanaan, melainkan titik kesadaran kolektif bahwa masa depan kampus tidak bisa dibangun oleh satu orang, satu unit, atau satu kebijakan saja.

‎Di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat, perguruan tinggi swasta terutama di daerah sering kali diposisikan seolah selalu tertinggal. Namun, Transformasi 2.0 UBM justru menegaskan pesan sebaliknya: PTS daerah bisa unggul jika seluruh civitas bergerak dalam satu arah dan satu spirit.

‎Dari Bertahan ke Bertumbuh Bersama, Bertransformasi

‎Transformasi 1.0 (2021–2025) adalah fase bertahan sekaligus menata diri. Kita memperbaiki tata kelola, memperkuat pembelajaran, dan memastikan UBM berdiri di atas fondasi yang kokoh sebagai Teaching University. Itu adalah kerja bersama yang patut kita syukuri.

‎Namun, bertahan saja tidak cukup. Kampus yang ingin maju harus berani bertumbuh bersama, meninggalkan pola lama yang nyaman, dan melangkah menuju standar keunggulan yang lebih tinggi. Transformasi 2.0 lahir dari kesadaran ini: UBM harus naik kelas, dan itu hanya mungkin jika kita semua ikut naik kelas.

‎Visi Baru, Tanggung Jawab Baru

‎Perubahan visi menjadi “Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal” bukan hanya dokumen resmi, melainkan janji moral kita sebagai civitas akademika. *Unggul berarti terus belajar dan meningkatkan kompetensi. Berkarakter berarti menjaga etika, integritas, dan saling menghormati. Mengglobal berarti membuka diri, berani bersaing, dan siap berkolaborasi.

‎Visi ini tidak akan hidup jika hanya dibaca dalam spanduk atau naskah pidato. Ia harus hadir dalam cara kita mengajar, melayani, memimpin, dan bekerja sehari-hari.

‎AKUUBM: Spirit yang Menyatukan Kita

‎AKUUBM (Aktualisasi Kampus Unggul Universitas Bina Mandiri Gorontalo) adalah spirit pemersatu. Ia mengingatkan bahwa keunggulan kampus tidak lahir dari kerja individu, tetapi dari keselarasan langkah seluruh civitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, pimpinan, dan yayasan.

‎AKUUBM mengajak kita semua untuk tidak bekerja sekadar menyelesaikan tugas, tetapi bekerja dengan kesadaran bahwa setiap peran, sekecil apa pun, menentukan wajah UBM ke depan.

‎Mutu dan Karakter: Tanggung Jawab Bersama

‎Melalui AKSI UBM, mutu tidak lagi menjadi urusan unit tertentu, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif. Demikian pula *nilai MANDIRI: Mastery, Agile, Noble Character, Dedication, Innovation, Reliability, Impactful* bukan hanya untuk dihafal, tetapi untuk dihidupkan bersama.

‎Budaya kampus yang unggul tidak dibangun lewat pengawasan semata, tetapi melalui keteladanan, konsistensi, dan saling mengingatkan.

‎AKMIL UBM: Menyiapkan Masa Depan Kita Sendiri

‎AKMIL UBM menegaskan bahwa kepemimpinan bukan hak istimewa, melainkan amanah yang harus dipersiapkan. Setiap dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa adalah calon pemimpin UBM di masa depan, pada perannya masing-masing.

‎Dengan belajar, berproses, dan bertumbuh bersama, kita sedang menyiapkan keberlanjutan kampus ini, bukan hanya untuk hari ini, tetapi untuk generasi berikutnya.


‎Penutup: UBM Milik Kita Bersama, Bertumbuh, Bertransformasi

‎Transformasi 2.0 UBM bukan proyek pimpinan, bukan agenda yayasan semata, dan bukan beban satu unit kerja. Ia adalah ikhtiar bersama untuk membangun kampus yang kita banggakan.

‎Mari kita jaga semangat ini. Mari kita jadikan Transformasi 2.0 sebagai ruang untuk saling menguatkan, bukan saling menyalahkan; untuk berinovasi, bukan bertahan pada kebiasaan lama.

‎Karena pada akhirnya, UBM akan menjadi seperti apa yang kita kerjakan bersama hari ini.* Dan Excellent Teaching University bukan tujuan yang jauh, jika kita melangkah ke sana dengan satu hati, satu arah, dan satu komitmen.