Gorontalo, — Musyawarah Wilayah (Muswil) Ke – VI Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Gorontalo yang digelar pada Sabtu, 3 Januari 2026, di Grand Q Hotel Kota Gorontalo, melahirkan empat rekomendasi strategis terkait arah kepemimpinan dan konsolidasi partai ke depan.
Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo periode 2020 –2025, Prof. Nelson Pomalingo, menyampaikan bahwa Muswil secara bulat menerima laporan pertanggungjawabannya tanpa catatan.
“Alhamdulillah, pertanggungjawaban saya sebagai Ketua DPW diterima secara utuh dan bulat, tanpa catatan apa pun,” ujar Prof. Nelson kepada awak media usai Muswil.
Selain menerima laporan pertanggungjawaban, Muswil juga menetapkan sejumlah rekomendasi penting. Rekomendasi pertama, memberikan dukungan penuh kepada Muhammad Mardiono sebagai Ketua Umum DPP PPP hasil Muktamar.
Rekomendasi kedua, Muswil mendorong Prof. Nelson Pomalingo untuk masuk dalam kepengurusan DPP PPP, mengingat masa pengabdiannya di struktur partai yang telah mencapai satu dekade.
Rekomendasi ketiga, Muswil VI mendaulat Awaludin Paweni sebagai calon Tunggal Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo melalui mekanisme organisasi yang berlaku.
Sementara itu, rekomendasi keempat adalah pengesahan program kerja DPW PPP Gorontalo sebagai pedoman konsolidasi dan penguatan partai ke depan.
“Program kerja DPW PPP Gorontalo telah disahkan dan menjadi modal penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi,” kata Prof. Nelson.
Muswil juga menetapkan lima orang tim formatur yang terdiri atas satu orang dari unsur DPP, satu orang dari unsur DPW, dan tiga orang dari unsur DPC. Tim formatur ini akan bertugas merumuskan kepengurusan sekaligus menentukan Ketua DPW PPP Gorontalo definitif.
“Di PPP, ketua tidak dipilih langsung dalam forum Muswil, tetapi diputuskan melalui mekanisme formatur. Mereka diberi waktu sekitar satu hingga tiga minggu untuk menyusun kepengurusan,” jelasnya.
Dari unsur DPW, Despianti Ilahude ditetapkan sebagai formatur karena dinilai sebagai senior partai. Sementara dari unsur DPC, masing-masing Moh. Rivai Bukusu, Azan Pola, dan Awaludin Paweni, serta satu orang formatur dari unsur DPP melengkapi komposisi tim formatur.
Prof. Nelson menegaskan bahwa seluruh proses Muswil mencerminkan tradisi demokrasi internal PPP yang menjunjung tinggi musyawarah dan mekanisme organisasi.
“Kami sangat demokratis. Ada ruang bagi kader internal maupun eksternal. Semua diserahkan pada mekanisme partai, baik di tingkat DPW maupun DPP,” pungkasnya.
Muswil PPP Gorontalo ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi nasional PPP menjelang Hari Lahir (Harlah) PPP serta penyempurnaan struktur kepengurusan partai di seluruh Indonesia. (Hadi)






















