Gorontalo, – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat peningkatan kinerja sektor perhotelan pada November 2025. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Provinsi Gorontalo mencapai 51,70 persen, naik 3,83 poin dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebesar 47,87 persen.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Dwi Alwi Astuti, menyampaikan bahwa kenaikan TPK ini menunjukkan meningkatnya aktivitas dan produktivitas usaha jasa akomodasi di Gorontalo. Tidak hanya hotel berbintang, hotel nonbintang juga mengalami peningkatan kinerja.
Pada November 2025, TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 18,45 persen, naik 2,95 poin dibandingkan Oktober 2025 yang berada di angka 15,50 persen.
Secara kewilayahan, Kabupaten Pohuwato mencatat TPK tertinggi pada November 2025 sebesar 31,38 persen, disusul Kota Gorontalo dengan 30,26 persen. Sementara itu, Kabupaten Gorontalo mencatat TPK terendah, yakni 6,70 persen.
Secara agregat, TPK hotel di Provinsi Gorontalo—baik hotel berbintang maupun nonbintang—pada November 2025 tercatat sebesar 26,81 persen, meningkat 3,15 poin dibandingkan Oktober 2025.
Posisi Gorontalo Secara Nasional
BPS juga mencatat bahwa TPK hotel berbintang secara nasional pada November 2025 mencapai 53,87 persen, naik 1,04 poin dibandingkan Oktober 2025. Dalam perbandingan antarprovinsi, Gorontalo berada pada kisaran menengah nasional dengan TPK hotel berbintang sebesar 51,70 persen.
TPK hotel berbintang tertinggi secara nasional tercatat di Papua Selatan sebesar 63,31 persen, sementara yang terendah berada di Papua Tengah sebesar 16,32 persen.
Rata-rata Lama Menginap Ikut Meningkat
Selain TPK, indikator Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) juga mengalami peningkatan. Pada November 2025, rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik di hotel berbintang di Gorontalo tercatat 1,59 malam, naik 0,05 poin dibandingkan Oktober 2025.
Rata-rata lama menginap tamu asing di hotel berbintang tercatat lebih tinggi dibandingkan tamu domestik, yakni 1,68 malam, sementara tamu domestik 1,59 malam.
Pada hotel nonbintang, rata-rata lama menginap tamu pada November 2025 mencapai 1,16 malam, meningkat dari Oktober 2025 yang sebesar 1,07 malam. Tamu asing di hotel nonbintang memiliki rata-rata lama menginap tertinggi, yakni 1,91 malam, sedangkan tamu domestik 1,16 malam.
Peningkatan TPK dan rata-rata lama menginap ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja sektor perhotelan di Provinsi Gorontalo, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun. (Abdi)






















