GORONTALO – Bandara Djalaluddin Gorontalo terus berbenah meningkatkan kualitas pelayanan kepada penumpang dan pengunjung. Memasuki awal tahun 2026, sejumlah inovasi layanan resmi diterapkan, mulai dari perubahan alur pemeriksaan bagasi hingga sistem parkir non-tunai (cashless).
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, ST., M.Si, saat diwawancarai awak media, Selasa (6/1/2026), mengungkapkan bahwa pembaruan ini dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan, efisiensi, dan kecepatan pelayanan di bandara.
Salah satu perubahan utama adalah pemindahan lokasi pemeriksaan X-ray bagasi. Jika sebelumnya pemeriksaan dilakukan di pintu masuk ruang check-in, kini pemeriksaan bagasi dilakukan setelah proses check-in, tepatnya di belakang conveyor.
“Kebijakan ini mengikuti standar bandara-bandara besar seperti Soekarno-Hatta, Juanda, dan Makassar. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan dan antrean panjang di pintu masuk ruang check-in,” jelas Joko.
Dengan sistem baru tersebut, calon penumpang yang masuk ke area check-in hanya melalui pemeriksaan tiket atau identitas, sementara pemeriksaan bagasi tetap dilakukan menggunakan X-ray setelah check-in. Namun demikian, pemeriksaan keamanan menuju ruang tunggu keberangkatan tetap dilaksanakan seperti biasa melalui X-ray cabin.
Selain peningkatan layanan keamanan, Bandara Djalaluddin juga menghadirkan inovasi sistem parkir modern berbasis cashless. Mulai Januari 2026, pengelolaan parkir bandara resmi bekerja sama dengan PT Central Park, salah satu perusahaan pengelola parkir terbesar di Indonesia yang mengelola parkir di sekitar 36 bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta.
Sistem parkir yang diterapkan menggunakan teknologi “Tito” (tap in–tap out), yang memungkinkan transaksi lebih cepat dan praktis. Pengguna parkir dapat melakukan pembayaran menggunakan kartu uang elektronik seperti BRI Brizzi, BCA Flazz, Mandiri e-Money, dan BNI TapCash, serta QRIS dari seluruh bank dan berbagai e-wallet seperti GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay.
“Pengunjung cukup men-tap kartu atau memindai QR di pintu masuk dan keluar. Tidak perlu uang tunai, prosesnya lebih cepat dan antrean bisa ditekan,” ujarnya.
Meski demikian, selama masa sosialisasi tiga bulan (Januari–Maret 2026), pembayaran tunai masih tetap dilayani.
Untuk mendukung penggunaan non-tunai, pihak pengelola juga menyiapkan penjualan kartu uang elektronik di pintu masuk parkir. Kartu dijual seharga Rp52.000, sudah termasuk saldo awal Rp20.000, dan dapat diisi ulang melalui minimarket, ATM, maupun aplikasi perbankan.
Tak hanya itu, Bandara Djalaluddin juga mencatat peningkatan kualitas layanan secara keseluruhan. Berdasarkan hasil audit Level of Service pada Desember 2025, nilai pelayanan bandara kini berada pada kategori “istimewa”, didukung oleh perbaikan fasilitas seperti optimalisasi AC sentral dan peningkatan sistem penerangan.
“Ini menjadi komitmen kami untuk terus menghadirkan pelayanan yang aman, nyaman, dan modern. Kami berharap masyarakat Gorontalo dapat merasakan langsung perubahan positif ini,” tutup Joko.
Dengan berbagai inovasi tersebut, Bandara Djalaluddin Gorontalo menegaskan diri sebagai bandara yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung program nasional transaksi non-tunai. (Hadi)























