Gorontalo – Pergerakan penumpang pesawat di Bandara Djalaluddin Gorontalo selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Padahal, Nataru biasanya menjadi salah satu puncak arus penumpang transportasi udara setiap tahunnya.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, ST., M.Si, mengungkapkan bahwa selama masa Angkutan Nataru 2025–2026, jumlah penumpang tercatat menurun sekitar 11 persen dibandingkan Nataru tahun lalu.
“Pada masa Nataru 2024–2025, jumlah penumpang mencapai 17.199 orang. Sementara pada Nataru 2025–2026 ini hanya tercatat 15.291 penumpang,” ujar Joko Harjani saat diwawancarai awak media, Selasa (6/1/2026).
Tidak hanya jumlah penumpang, trafik atau pergerakan pesawat di Bandara Djalaluddin Gorontalo juga mengalami penurunan. Selama masa angkutan yang berlangsung dari 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, pergerakan pesawat tercatat turun sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, Joko memastikan seluruh layanan penerbangan selama masa Angkutan Nataru berjalan dengan aman dan lancar. Tidak terdapat gangguan berarti, baik dari sisi pelayanan penumpang, keamanan, maupun keselamatan penerbangan.
“Seluruh operasional bandara selama Nataru berjalan normal dan kondusif,” tegasnya.
Terkait penyebab turunnya jumlah penumpang, pihak bandara belum dapat memastikan secara detail. Menurut Joko, hal tersebut masih akan dilakukan kajian lebih lanjut.
“Kami masih akan mengkaji penyebabnya, apakah karena pergerakan masyarakat yang tertunda atau adanya faktor lain,” pungkasnya. (Hadi)






















