GORONTALO – Bandara Djalaluddin Gorontalo terus dipacu menuju kesiapan sebagai embarkasi haji penuh. Pada tahun 2026, pengembangan besar-besaran di sisi udara mulai dilakukan, mulai dari pelebaran apron hingga pembangunan exit taxiway untuk mendukung operasional pesawat berbadan lebar.
Kepala Bandara Djalaluddin Gorontalo, Joko Harjani, ST., M.Si, mengatakan, progres pengembangan bandara tersebut telah dilaporkan langsung kepada Gubernur Gorontalo dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang PIP Rum Bandara Djalaluddin, Selasa (6/1/2026).
“Pagi tadi kami telah melakukan koordinasi dan melaporkan kepada Bapak Gubernur terkait progres pengembangan Bandara Djalaluddin untuk kesiapan embarkasi haji,” ujar Joko Harjani.
Ia menjelaskan, pekerjaan utama yang dimulai tahun ini adalah pelebaran apron yang dirancang khusus untuk melayani pesawat berbadan lebar, termasuk pesawat haji. Apron baru tersebut akan memiliki kekuatan berbeda agar mampu menampung pesawat dengan bobot besar.
“Apron ini nanti diperuntukkan khusus untuk parkir pesawat haji. Karena karakteristik pesawatnya berbeda, maka dibangun apron baru dengan spesifikasi khusus,” jelasnya.
Selain apron, pihak bandara juga akan membangun exit taxiway, yakni jalur penghubung dari apron menuju runway. Keberadaan taxiway ini akan memperlancar pergerakan pesawat dan meningkatkan efisiensi operasional bandara.
Seiring pembangunan apron, Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Pertamina akan direlokasi karena berada di area yang akan dikembangkan. Relokasi dilakukan sesuai dengan master plan Bandara Djalaluddin agar tetap aman dan terintegrasi.
“DPPU Pertamina akan kita pindahkan ke lokasi yang telah disesuaikan dengan master plan bandara,” tambahnya.
Dari sisi administrasi dan lingkungan, Bandara Djalaluddin sebelumnya telah menyusun dokumen RTT sisi udara pada tahun lalu. Sementara pada 2026 ini, akan dilakukan pembaruan dokumen lingkungan hidup, termasuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), seiring dengan pengembangan fasilitas bandara.
Sementara itu, pada tahun 2027, pengembangan akan difokuskan pada penguatan runway agar mampu melayani pesawat berbadan lebar untuk lepas landas dan mendarat.
“Runway akan kita lapis dan perkuat supaya pesawat berbadan lebar bisa beroperasi penuh di Bandara Djalaluddin,” katanya.
Joko Harjani menargetkan, seluruh rangkaian pengembangan pada 2026–2027 dapat rampung pada akhir 2027. Dengan demikian, Bandara Djalaluddin diharapkan siap ditetapkan sebagai bandara embarkasi haji.
Tak hanya untuk haji, bandara ini juga disiapkan untuk melayani penerbangan umrah langsung menuju Tanah Suci.
“Harapannya, setelah embarkasi haji berjalan, bandara ini juga bisa digunakan untuk penerbangan umrah langsung. Minimal sebulan satu sampai dua kali penerbangan,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran penerbangan langsung ini akan sangat memudahkan jamaah Gorontalo dan sekitarnya yang selama ini harus transit melalui Makassar, Jakarta, atau Surabaya.
“Nantinya jamaah bisa langsung berangkat dari Gorontalo menuju Tanah Suci. Ini tentu akan meningkatkan pelayanan sekaligus kebanggaan daerah,” pungkasnya. (Hadi)






















