UMGO dan BI Gorontalo Bahas Kelanjutan Beasiswa serta Penguatan Kerja Sama Pendidikan

UMGO Melakukan Audensi bersama Bank Indonesia
UMGO Melakukan Audensi bersama Bank Indonesia

Otanaha.id -

Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) menggelar audiensi bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Gorontalo di Ruang Bubohu, Kantor BI Gorontalo, Kamis (8/1/2026). Pertemuan ini membahas kelanjutan program beasiswa Bank Indonesia sekaligus peluang penguatan kerja sama strategis di bidang pendidikan.

Audiensi tersebut dihadiri Wakil Rektor III UMGO Dr. Thamrin Kum, Kepala Bagian Humas UMGO Zainuddin, S.IP., M.AP., serta Tim Humas BI Gorontalo, Arfan dan Zulkifli.

Dalam pertemuan itu, Dr. Thamrin Kum menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang selama ini terjalin positif antara UMGO dan Bank Indonesia. Ia menilai dukungan BI sangat berperan dalam pengembangan mahasiswa, khususnya melalui program Generasi Baru Indonesia (GenBI).

Menurutnya, berbagai fasilitas dan program dari Bank Indonesia telah memberikan dampak nyata terhadap aktivitas akademik serta penguatan kapasitas mahasiswa UMGO. Salah satunya melalui program SiapIK yang dalam dua tahun terakhir telah terintegrasi ke dalam mata kuliah, terutama di Program Studi Akuntansi.

“Mahasiswa tidak hanya menerima materi dari Bank Indonesia, tetapi juga terlibat langsung dalam pendampingan usaha kecil dan menengah,” ujarnya.

UMGO berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut dengan skema baru yang tetap mampu mengakomodasi kebutuhan pengembangan mahasiswa ke depan.

Sementara itu, perwakilan Humas BI Gorontalo, Zulkifli, menjelaskan bahwa keberlanjutan program beasiswa Bank Indonesia masih menunggu arahan resmi dari BI pusat. Evaluasi nasional terhadap program beasiswa tersebut telah dilakukan pada Desember 2025 dan saat ini masih dalam tahap koordinasi lanjutan.

Pada tahun 2026, BI Gorontalo akan terus berkoordinasi dengan pusat untuk melihat peluang keberlanjutan kerja sama dengan UMGO. Mahasiswa GenBI, lanjut Zulkifli, tetap diberikan fleksibilitas untuk mendaftar atau menunggu informasi resmi terkait kelanjutan program beasiswa.

Sementara itu, Arfan dari Humas BI Gorontalo menyampaikan rencana bantuan pendidikan Bank Indonesia ke depan yang diharapkan dapat melibatkan kampus mitra. Menurutnya, salah satu indikator penilaian dalam kerja sama tersebut adalah keberadaan mata kuliah yang berkaitan dengan bank sentral.

“Kampus yang memiliki mata kuliah terkait bank sentral menjadi salah satu indikator dalam penilaian kerja sama,” tutup Arfan.