UBM Gorontalo Percepat Akreditasi Prodi, Pimpinan Tegaskan Target Akreditasi Unggul

Rapat Koordinasi UBM Gorontalo terkait Percepatan Persiapan Proses Akreditasi Program Studi (Prodi), Senin (12/1/2026
Rapat Koordinasi UBM Gorontalo terkait Percepatan Persiapan Proses Akreditasi Program Studi (Prodi), Senin (12/1/2026

Otanaha.id -

Gorontalo – Pimpinan Universitas Bina Mandiri Gorontalo ( UBMG) menggelar Rapat Koordinasi Percepatan Persiapan Proses Akreditasi Program Studi (Prodi), Senin (12/1/2026) pagi, bertempat di Ruang Akreditasi Kampus UBMG. Rapat ini menegaskan komitmen bersama seluruh pimpinan universitas dalam mendorong capaian Akreditasi Unggul bagi seluruh Prodi.

‎Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Rektor UBMG, para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Badan Penjaminan Mutu Akademik (BPMA), serta unsur pimpinan terkait lainnya.

‎Agenda utama rapat membahas strategi percepatan penyusunan borang akreditasi, kesiapan dokumen pendukung, penguatan pendampingan internal dan eksternal, serta penyelarasan data akademik dan non-akademik sesuai kondisi terkini.
‎Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman, MM, dalam arahannya menegaskan pentingnya keseriusan dan fokus seluruh Ketua Program Studi dalam mempersiapkan akreditasi, khususnya pada kesiapan borang dan kelengkapan dokumen.

‎“Perlu keseriusan dan fokus dari seluruh Ketua Prodi dalam mempersiapkan akreditasi, terutama kesiapan borang. Untuk tugas administrasi layanan di Prodi, Sekretaris Prodi diharapkan dapat membantu optimalisasi layanan terbaik bagi mahasiswa,” ujar Dr. Azis.

‎Ia juga menekankan peran strategis para Dekan, khususnya Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang memiliki pengalaman dalam proses akreditasi, untuk turut memberikan pendampingan dan dukungan maksimal, terutama bagi Prodi S1 Manajemen.

‎“Kita targetkan bersama hasil yang optimal dengan melihat kelebihan dan kekurangan masing-masing Prodi. Komunikasi dan diskusi harus terus dilakukan secara dinamis,” tambahnya.

‎Sebagai bentuk dukungan konkret, UBMG juga akan melibatkan pendamping eksternal, khususnya bagi Prodi di lingkungan Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), dengan dukungan penuh dari pihak Yayasan.

‎Sementara itu, Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, menegaskan komitmen pimpinan universitas dalam mendorong seluruh Prodi untuk meraih hasil akreditasi terbaik.

‎“Seluruh Ketua Prodi diharapkan memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk memperoleh hasil akreditasi optimal. Para Dekan juga harus aktif mendukung Prodi yang sedang dan akan menjalani proses akreditasi,” tegas Rektor Titin.

‎Rektor Titin juga mengingatkan agar setiap Prodi memiliki target dan timeline yang jelas dalam penyusunan borang, serta melakukan koordinasi intensif dengan BPMA agar proses berjalan lebih efektif dan efisien. Selain itu, kesesuaian antara dokumen fisik dan kondisi riil terkini meliputi SDM, sarana prasarana, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus terus diselaraskan.

‎Kepala BPMA UBMG, Dr. Ikram Muhammad, M.Si, menyampaikan bahwa proses penyusunan borang akan dioptimalkan melalui sistem paperless, meskipun beberapa dokumen penting tetap dicetak sesuai kebutuhan.

‎“Kami siap memberikan pendampingan penuh, termasuk pendampingan penyusunan borang secara daring setiap hari. Tim borang juga melibatkan Wakil Dekan Bidang Akademik dan Non-Akademik,” jelasnya.

‎BPMA juga mengusulkan penyediaan ruangan representatif sebagai pusat pendampingan Prodi dalam mempersiapkan akreditasi.

‎Dalam rapat tersebut juga dibahas pentingnya pengembangan website Prodi dan Fakultas, baik dari sisi aksesibilitas maupun konten, guna menampilkan profil dan informasi Prodi secara lengkap dan informatif sebagai bagian dari penilaian akreditasi.

‎Secara teknis, percepatan akreditasi akan didukung oleh dua tim, yakni Tim Internal dan Tim Eksternal. Tim internal berada di bawah koordinasi Dekan dengan Ketua Prodi sebagai penanggung jawab utama borang. Sementara Tim Eksternal bertugas melakukan review dan evaluasi setiap standar borang, dengan peran menyerupai asesor sementara untuk menilai tingkat kesiapan Prodi.


‎Dokumen Evaluasi Diri (DED) telah disiapkan untuk direview pada setiap standar. Beberapa perkembangan Prodi juga dipaparkan dalam rapat tersebut. Dekan FSTIK menyampaikan bahwa pihaknya terlibat langsung dalam tim teknis penyusunan standar borang, khususnya untuk Prodi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan Prodi Promosi Kesehatan.

‎Sementara itu, Dekan Fakultas Politik dan Sosial Profesi (FPSP) mengungkapkan bahwa Prodi Hubungan Internasional (HI) telah siap mengikuti proses akreditasi dan telah menjalani simulasi standar 1–6 bersama BPMA. Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah (APD) telah menyelesaikan sekitar 40 persen penyusunan borang, sedangkan Prodi Manajemen Kontrak Pemerintahan (MKP) direncanakan mengajukan standar minimal akreditasi.

‎Melalui rapat koordinasi ini, pimpinan UBMG menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat dan memaksimalkan persiapan akreditasi sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan daya saing institusi, menuju UBMG yang Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal. (*)