UBMG Perkuat Budaya Literasi dan Kepemimpinan Mahasiswa melalui Bedah Buku Kepemimpinan Otentik dan Adaptif

Bedah Buku bertema “Relevansi Kepemimpinan Otentik dan Adaptif bagi Generasi Milenial"
Bedah Buku bertema “Relevansi Kepemimpinan Otentik dan Adaptif bagi Generasi Milenial"

Otanaha.id -

Gorontalo, – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan budaya akademik, literasi, serta pembentukan karakter kepemimpinan mahasiswa melalui kegiatan Bedah Buku bertema “Relevansi Kepemimpinan Otentik dan Adaptif bagi Generasi Milenial”. Kegiatan tersebut digelar di Aztin Convention Center Kampus UBMG, Kamis (15/1/2026).

‎Kegiatan akademik ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) Dr. Azis Rachman, MM, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, jajaran Wakil Rektor, para Dekan, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT), Kepala Perpustakaan UBMG, Kepala SMK Bina Mandiri Bone Bolango, Kepala TK Bina Mandiri, para Ketua Program Studi, dosen, serta sivitas akademika UBMG.

‎Peserta kegiatan didominasi oleh mahasiswa Program Studi S1 Manajemen, Administrasi Bisnis, dan Akuntansi Sektor Publik. Seluruh rangkaian acara diikuti dengan antusias melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab.

‎Adapun buku yang dibedah dalam kegiatan ini berjudul Kepemimpinan Otentik dan Kepemimpinan Adaptif, serta dua buku lainnya yakni Etika Profesi Bisnis dan Kepemimpinan Birokrasi. Buku-buku tersebut merupakan karya kolaboratif dosen dan mahasiswa sebagai luaran pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) di lingkungan Kampus UBMG.

‎Kegiatan bedah buku menghadirkan tiga narasumber, yaitu Guru Besar Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Prof. Dr. Ani M. Hasan, M.Pd, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, serta Dekan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP) UBMG Ismail Tahir, Ph.D.
‎Ketua YBMG yang juga Dosen Pengampu Mata Kuliah Kepemimpinan, Dr. Azis Rachman, MM, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berintegritas, berkarakter kuat, serta mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman.

‎“Kepemimpinan otentik dan adaptif merupakan kompetensi kunci yang harus dimiliki generasi milenial. Melalui kegiatan bedah buku ini, mahasiswa tidak hanya memahami teori kepemimpinan, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan akademik, sosial, dan profesional,” ujar Dr. Azis Rachman.

‎Ia juga menekankan pentingnya penguatan budaya literasi di UBMG, sejalan dengan status Perpustakaan UBMG yang telah terakreditasi Unggul, dan diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lain di Provinsi Gorontalo dan kawasan sekitarnya.

‎“Dosen harus mengajar berbasis riset yang dituliskan dalam bentuk buku, sehingga tercipta siklus akademik yang berkelanjutan dan berkualitas,” tambahnya.

‎Kegiatan bedah buku ini juga menjadi bentuk evaluasi akademik akhir mahasiswa sebagai pengganti Ujian Akhir Semester (UAS). Hasil pembelajaran dituangkan dalam portofolio akademik berupa karya penulisan buku. Dalam tiga tahun terakhir, UBMG telah berhasil menghasilkan 16 judul buku sebagai implementasi pembelajaran berbasis luaran (Output-Based Education/OBE).

‎Sementara itu, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku merupakan instrumen strategis dalam menumbuhkan budaya berpikir kritis, reflektif, dan literatif di lingkungan kampus.

‎“Tema kepemimpinan otentik dan adaptif sangat relevan dengan tantangan global yang dihadapi generasi milenial. Kepemimpinan menuntut kejujuran, integritas, konsistensi nilai dan perilaku, serta kemampuan beradaptasi dan mengambil keputusan secara tepat di tengah perubahan,” ungkapnya.

‎Menurutnya, kepemimpinanotentik dan adaptif merupakan dua dimensi yang saling melengkapi, terutama dalam menghadapi dinamika dunia usaha, birokrasi, serta transformasi digital yang menuntut penguasaan teknologi, kemampuan manajerial, dan kecakapan teknis dalam pengembangan organisasi.
‎Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan tingginya partisipasi mahasiswa dalam mengkritisi gagasan, menyampaikan pandangan, serta mengaitkan konsep kepemimpinan dengan kondisi aktual di masyarakat dan dunia kerja.

‎Rektor Titin juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan budaya literasi sebagai ruh akademik kampus, sejalan dengan visi UBMG yang tercermin dalam Mars UBMG yang sarat nilai karakter, integritas, dan kepemimpinan.

‎“Mahasiswa UBMG harus menjadi generasi yang berani, rendah hati, adaptif, mampu berkolaborasi, serta menghadirkan solusi di tengah tantangan zaman,” pesannya.

‎Ketua Panitia, Desy Mantau, MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Mata Kuliah Kepemimpinan yang dikemas melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa lintas Program Studi Manajemen, Administrasi Bisnis, dan Akuntansi Sektor Publik.

‎Metode pembelajaran yang diterapkan berbasis project-based learning dan best practice, sekaligus mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya dalam peningkatan kualitas pembelajaran, luaran akademik, serta penguatan budaya riset.

‎“Melalui kegiatan ini, Universitas Bina Mandiri Gorontalo