Gorontalo, – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus meneguhkan komitmennya dalam penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pembelajaran inovatif dan kontekstual. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut terlihat dalam pelaksanaan Seminar Proposal Project Mata Kuliah Paradiplomasi Lingkungan dan Perubahan Iklim yang digelar oleh mahasiswa Semester V Program Studi (Prodi) S1 Hubungan Internasional (HI), Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP), Senin (19/1/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini merupakan bagian dari implementasi project-based learning, yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan analisis kebijakan, perumusan program strategis, serta desain kerja sama lintas aktor dalam merespons isu lingkungan hidup dan perubahan iklim. Seminar proposal ini sekaligus menjadi ruang akademik untuk mengintegrasikan perspektif global dengan kebutuhan pembangunan daerah, khususnya di Provinsi Gorontalo.
Seminar tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan strategis dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), di antaranya Bappeda, BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pariwisata, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango. Kehadiran lintas OPD ini menegaskan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam mendorong solusi kebijakan lingkungan yang berkelanjutan dan adaptif.
Dua kelompok mahasiswa tampil sebagai presenter utama dengan memaparkan gagasan strategis berbasis kajian akademik dan analisis empiris. Kelompok pertama yang diwakili Siti Nurindah Mointi mengusung proposal berjudul “Mitigasi Banjir dan Rehabilitasi Ekosistem Danau Limboto melalui Pengelolaan DAS Terpadu dan Kolaborasi Multiaktor.” Proposal ini menyoroti urgensi penanganan banjir sekaligus pemulihan ekosistem Danau Limboto melalui pendekatan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang terintegrasi dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan sektor non-pemerintah.
Sementara itu, kelompok kedua yang diwakili Falmes Lakadjo mempresentasikan proposal bertajuk “Blue Clean Partnership: Kerja Sama Internasional bersama United Nations Environment Programme (UNEP) dalam Pengelolaan Sampah di Wisata Whale Shark Botubarani, Gorontalo.” Gagasan ini menekankan pentingnya diplomasi lingkungan dan kerja sama internasional dalam pengelolaan sampah kawasan wisata bahari guna mendukung pariwisata berkelanjutan serta pelestarian lingkungan laut.
Dekan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik UBMG, Ismail Tahir, Ph.D, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kualitas akademik yang ditunjukkan mahasiswa Prodi HI. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus agen perubahan dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.
“Seminar Proposal Project Paradiplomasi Lingkungan dan Perubahan Iklim ini mencerminkan pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan kajian akademik dengan isu strategis lingkungan di tingkat lokal dan regional,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan OPD dan organisasi non-pemerintah menunjukkan kuatnya komitmen kolaborasi multipihak dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
Ketua Prodi Hubungan Internasional UBMG, Sitti Nurtina, M.HI, menjelaskan bahwa pendekatan paradiplomasi menjadi instrumen penting dalam pembelajaran mahasiswa HI untuk menjembatani isu global dengan kepentingan dan potensi daerah.
Dukungan pemerintah daerah turut disampaikan melalui sambutan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pengendalian Pencemaran Kabupaten Bone Bolango, Lukman A. Daud, M.AP, serta perwakilan Kepala Bappeda Kabupaten Gorontalo, Golfred Kojongkam, ST. Keduanya mengapresiasi gagasan mahasiswa dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengelolaan lingkungan hidup dan penanganan perubahan iklim berbasis kebijakan publik.
Dosen Pengampu Mata Kuliah Paradiplomasi Lingkungan dan Perubahan Iklim, Rini Asriasni, M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kontribusi nyata Prodi Hubungan Internasional UBMG dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo.
“Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kapasitas analisis kebijakan dan desain kerja sama lintas aktor, baik di tingkat daerah maupun internasional, dalam menjawab tantangan lingkungan hidup,” tutupnya. (*)






















